1. A. Teori Negara
  2. 1. Definisi Negara

Menurut Kraneburk bahwa pengertian negara adalah organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri (organization arising due the will of a group or his own people). Senada akan hal itu, menurut George Wilhelm Fredrich Hegel, bahwa pengertian negara adalah suatu organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal (a decency organization that appears as a synthesis of individual freedom and universal freedom).

 

  1. 2. Teori Terbentuknya Negara
  2. Teori hukum alam (Plato dan Aristoteles), menurut teori ini, terjadinya negara adalah hal yang natural atau alami.
  3. Teori kekuasaan/ kekuatan (Machiaveli). Menurut teori kekuasaan/kekuatan, terbentuknya negara didasarkan atas kekuasaan/kekuatan, misalnya melalui pendudukan dan penaklukan.
  4. Teori ketuhanan/teokrasi (Freidericch Julius Stahl, Thomas Aquinas, dan Agustinus), menurut teori ini terbentuknya negara didasari anggapan bahwa negara terbentuk atas dasar keinginan Tuhan. Hal ini mengakibatkan paham bahwa raja atau penguasa adalah pilihan Tuhan untuk memerintah sehingga raja memiliki kekuasaan mutlak pada suatu negara atau kerajaan, contohnya Inggris Raya pada zaman kerajaan.
  5. Teori perjanjian (Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rousseau, dan Montesquieu), negara merupakan wujud perjanjian masyarakat sebelum bernegara dan kemudian menjadi masyarakat bernegara. Hal ini senada dengan pengertian negara oleh Jean Bodin bahwa negara adalah bentuk persekutuan keluarga dengan segala kepentingannya.

 

  1. 3. Teori Terjadinya Negara
  2. Penaklukan/occupatie merupakan terbentuknya negara pada daerah atau wilayah kosong yang dikuasai. Hal ini terjadi pada Liberia yang diambil ali oleh para bekas budak negro orang Amerika yang selanjutnya Liberia dimerdekakan pada tahun 1847.
  3. Peleburan/fusi adalah penggabungan dua negara atau lebih menjadi suatu negara baru yang berdaulat contoh: Jerman Barat dan Jerman Timur menjadi satu negara yaitu Jerman.
  4. Pemecahan  adalah  terbentuknya  suatu  negara  negara  baru  akibat  negara  lama  pecah sehingga negara yang lama hilang atau tidak ada lagi. Contoh: Yugoslavia terpecah menjadi Negara Bosnia, Montenegro, dan Serbia.
  5. Pemisahan diri atau separation merupakan terbentuknya suatu negara akibat suatu bagian wilayah ingin memisahkan diri dari suatu pemerintahan sehingga membentuk negara baru, akan tetapi hal ini berbeda dengan pemecahan. Dalam pemisahan diri, negara yang lama tetap ada. Contohnya negara India, yang dulunya merupakan daerah yang cukup besar kemudian terjadi pemisahan beberapa wilayah menjadi India, Pakistan dan Bangladesh.
  6. Perjuangan atau Revolution adalah suatu wilayah yang belum memiliki negara akan tetapi berpenduduk dan kemudian di jajah dan selanjutnya mengadakan perlawanan atau revolusi sehingga membentuk negara baru. Contoh: Indonesia pada awalnya tidak ada, akan tetapi Belanda dan penjajah lain masuk dan menghancurkan kerajaan kerajaan yang ada dan

 

 

kemudian menjajah kita. Terbentuklah dasar penyatuan kepulauan Indonesia, kemudian hadir Jepang yang menjajah lagi. Pada akhirnya para pejuang dan kaum revolusioner membentuk Negara Indonesia yang berdaulat sebagai NKRI.

  1. f. Penyerahan atau pemberian kemerdekaan banyak terjadi pada negara negara bekas jajahan suatu kolonial seperti Inggris dan Pranci Contohnya Kongo yang dimerdekakan oleh Prancis.
  2. Pendudukan wilayah adalah terbentuknya suatu negara akibat terjadinya eksplorasi ke suatu

wilayah yang berpenghuni akan tetapi tidak memiliki pemerintahan, contohnya Australia yang dihuni oleh suku Aborigin yang kemudian bangsa Inggris masuk dan membentuk koloni koloni menjadikannya negara Australia.

 

  1. 4. Bentuk Negara
  2. Negara kesatuan adalah negara yang bersusun tunggal, artinya dalam negara tersebut hanya terdapat satu negara, sehingga tidak ada negara didalam negara.
  3. Negara serikat atau federasi adalah negara yang bersusun jamak, dimana di dalam suatu negara masih terdapat negara lagi yang bisa disebut dengan negara bagian.

 

  1. B. Sejarah Negara Indonesia
  2. 1. Sejarah Nama Indonesia

Sejarah Indonesia dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan “Manusia Jawa”.

Adapun sejarah pemberian nama “Indonesia” adalah sebagai berikut:

  1. Nan-hai

Menurut catatan bangsa Tionghoa, kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai atau Kepulauan

Laut Selatan. b.   Dwipantara

Diberikan oleh bangsa India, nama yang diturunkan dari kata Sansekerta, dwipa, yang berarti

pulau dan antara yang berarti luar atau seberang. c.   Nusantara

Sebutan  Nusantara  diberikan  oleh  seorang  pujangga  pada  masa  Kerajaan  Majapahit,

terinspirasi atas kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. d.   Hindia Belanda/ Nederlandsch- Indie

Berasal dari bahasa latin indus dan nesos yang berarti India dan pulau-pulau di Samudera

India.

  1. Hindia Timur/To-Indo

Nama resmi yang dipakai pemerintah Jepang ketika menjajah Indonesia. f.      Indonesia

  • Tahun1900 nama “Indonesia” menjadi lebih umum di kalangan akademik di luar Belanda

dan  golongan  nasionalis  Indonesia  menggunakan  nama  Indonesia  untuk  ekspresi politiknya.

  • Sarjana bahasa Indonesia pertama yang menggunakan nama “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda dengan nama Indonesisch Pers-Bureau di tahun1913.

 

  1. 2. Bersatunya Nusantara
  • Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram menunjukkan kejayaan yang dimiliki wilayah Nusantara dan pada waktu itu sejarah mencatat bahwa wilayah Nusantara berhasil dipersatukan dan mengalami kemakmuran yang dirasakan seluruh rakyat.
  • Kerajaan Majapahit merupakan cikal bakal negara Indonesia. Gajah Mada adalah Mahapatih

Majapahit yang sangat disegani, dia lah yang berhasil menyatukan Nusantara yang terkenal

 

 

dengan “Sumpah Palapa” (sumpah yang menyatakan tidak akan pernah beristirahat atau berhenti berpuasa sebelum Nusantara bersatu).

 

  1. 3. Masa Penjajahan
  2. Perang Perjuangan

 

No. Perang perjuangan Periode Lokasi Tokoh
1. Perang Rakyat

Maluku

1817 v   Saparua

v   Pulau-pulau lain (Maluku)

v   Pattimura (Thomas

Matulessi)

2. Perang Paderi 1821 – 1827 v   Bonjol

(Sumatera barat)

v   Tuanku Imam Bonjol (Peto

Syarif/Mohammad Shahab)

3. Perang Diponegoro 1825 – 1830 v   Gua Selarong

v   Banyumas

v   Kedu

v   Demak

v   Surakarta

v   Semarang

v   Grogoban

v   Rembang

v   Madiun

v   Pangeran Diponegoro

(Raden Mas Ontowiryo)

4. Perang

Puputan/Perang

 

Bali/Perang Buleleng

1846 – 1849 v   Buleleng (Bali) v   I Gusti Ngurah Rai
5. Perang Banjar 1859 – 1862 v  Banjarmasin v   Pangeran Antasari
6. Perang Aceh 1873 – 1905 v   Aceh v   Teuku Umar

v   Panglima Polim

v   Teuku Cik Ditiro

v   Cut Nyak Dien

v   Cut Meutia

7. Perang Tapanuli 1878 – 1907 v   Tapanuli

(Sumatera

Utara)

v   Sisingamangaraja XII

 

  1. Organisasi/ Gerakan

 

 

No Organisasi/Gerakan Dibentuk Tempat Tokoh
1. Budi Utomo 20 Mei 1908 Jakarta v   Dr. Wahidin Sudirohusodo

v   dr. Sutomo

2. Sarekat Dagang Islam 1911 Surakarta v   Haji Samanhudi
3. Sarekat Islam 1912 Surabaya v   H. Oemar Said (H.O.S)

Cokroaminoto

4. Muhammadiyah 18 November

1912

Yogyakarta v   K.H. Ahmad Dahlan
5. Indische Partij 25 Desember

1912

Bandung Tiga Serangkai:

 

v   Douwes Dekker

 

 

        v   Raden Mas Suwardi

Suryaningrat/Ki Hajar

Dewantara

v   Dr. Cipto Mangunkusumo

6. Indische Vereeniging Oktober

1908

Belanda v   Noto Suroto
7. Perhimpunan

Indonesia (PI)

1925   v   Drs. Mohammad Hatta

v   Mr. Ahmad Subardjo,

v   Sukiman

v   Ali Sastroamijoyo

v   Sunaryo

v   Sartono

v   Iwa Kusumasumantri

8. Pemuda Indonesia 20 Februari

1927

Bandung v   Sartono

v   Sunaryo

v   Sutan Syahrir

v   Suwiryo

9. Partai Nasional

Indonesia (PNI)

4 Juli 1927 Bandung v   Ir. Soekarno
10. Partai Indonesia

 

(Partindo)

30 April 1931 Bandung v   Mr. Sartono

v   Ir. Sukarno

11. Pendidikan Nasional

 

Indonesia (PNI Baru)

1931   v   Drs. Mohammad Hatta

v   Sutan Syahrir

12. Taman Siswa 3 Juli 1922 Yogyakarta v   R.M. Suwardi

Suryaningrat/Ki Hajar

Dewantara

13. Partai Indonesia Raya

(Parindra)

1935 Surabaya v   dr. Sutomo
14. Gerakan Rakyat

Indonesia (Gerindo)

24 Mei 1937 Jakarta v   Dr. Adnan Kapau Gani

v   Mr. Sartono

v   Mr. Wilopo

v   Mr. Mohammad Husni

v   Thamri

v   Amir Syarifuddin

15. Gabungan Politik

 

Indonesia (GAPI)

1939 Jakarta v   Sutarjo Kartohadikusumo

 

  1. Masa Penjajahan Jepang

 

No Organisasi/Gerakan Dibentuk Tokoh Tujuan
1. Gerakan Tiga A 29 April 1942 v   Syamsudin v   Menggerakkan rakyat

Indonesia untuk mendukung Jepang melawan sekutu.

 

 

        v   Semboyan Gerakan Tiga A:

Ø   Nippon Pemimpin Asia

Ø   Nippon Pelindung Asia

Ø   Nippon Cahaya Asia

2. PUTERA (Pusat

Tenaga Rakyat)

9 Maret 1943 Empat

serangkai:

 

v   M. Hatta

v   Ki Hajar

Dewantara

v   Ir. Sukarno

v   Mas Mansyur

v   Mengerahkan tenaga

rakyat Indonesia guna membantu Jepang berperang melawan Sekutu.

3. Jawa

Hokokai/Himpunan

 

Kebaktian Jawa

8 Januari

1944

v   Orang-orang

Jepang

v   Ir. Sukarno

v   Hasyim

Ashari

v   Menarik simpati rakyat

dengan memanfaatkan para tokoh Indonesia.

4. Cuo Sangi In/Badan

 

Pertimbangan Pusat

5 September

1943

v   Ir. Sukarno v   Mengajukan usul kepada

pemerintah jepang.

v   Menjawab pertanyaan pemerintah Jepang mengenai masalah politik.

v   Memberi saran pemerintah

Jepang mengenai tindakan yang perlu dilakukan.

5. Masyumi   v   Mas Mansyur

v   Hasyim

Asyari

v   Untuk memikat golongan

Islam.

6. Heiho/Pembantu

Prajurit

    v   Memanfaatkan pemuda

Indonesia menjadi prajurit

Jepang.

7. PETA/Pembela Tanah

Air

3 Oktober

1943

v   Gatot

Mangkupraja

v   Memberi latihan militer

pemuda Indonesia untuk membantu tentara Jepang menghadapi serangan Sekutu.

 

  1. Masa setelah Kemerdekaan
  • Peristiwa- Peristiwa Penting

 

No. Peristiwa Tanggal Tokoh Keterangan
1. Pembentukan

BPUPKI (Dokuritsu

Junbi Cosakai)

1 Maret 1945 v   Ir. Soekarno

v   Radjiman Wediodiningrat (ketua)

BPUPKI merumuskan:

 

Ø   Pernyataan Indonesia merdeka.

Ø   Pembukaan UUD 1945.

Ø   Batang tubuh UUD 1945.

2. Pembentukan PPKI

(Dokuritsu Junbi

Iinkai)

7 Agustus

1945

v   Ir. Soekarno

v   M. Hatta

v   Radjiman

v   Jepang menyerah pada

sekutu setelah tragedi bom atom.

 

 

        v   Para tokoh dipanggil

Jenderal Terauchi ke Dalat, Vietnam untuk menerima kemerdekaan dari Jepang.

3. Peristiwa

Rengasdengklok

16 Agustus

1945

v   Ir. Soekarno

v   M. Hatta

v   Golongan muda

mendesak Soekarno- Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

v   Perumusan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

4. Proklamasi Republik

Indonesia

17 Agustus

1945

v   Ir. Soekarno

v   M. Hatta

v   Naskah proklamasi ditulis

oleh Soekarno dan diketik oleh Sayuti Melik.

5. Sidang I PPKI 18 Agustus

1945

Keputusan:

 

Ø   Penetapan dan pengesahan Pembukaan UUD 1945.

Ø   Penetapan dan pengesahan UUD 1945.

Ø   Pemilihan presiden dan wapres.

Ø   Pembentukan Badan Komite Nasional sebagai pembantu presiden.

5. Sidang II PPKI 19 Agustus

1945

Keputusan:

Ø   Penetapan 12 menteri untuk membantu tugas presiden.

Ø   Membagi wilayah Indonesia menjadi 8 propinsi.

6. Perundingan

Linggajati

25 Maret

1947

v   Sutan Syahrir

(Indonesia)

v   Van Mook ( Belanda)

Hasil:

Ø     Belanda hanya mengakui kekuasaan RI atas Jawa, Sumatra, Madura.

Ø     RI dan Belanda bersama-sama membentuk Negara Indonesia Serikat dengan nama RIS.

Ø     Indonesia-Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dan Ratu Belanda sebagai ketuanya.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Agresi Militer

Belanda I

Ø     Belanda harus segera meninggalkan wilayah

RI paling lama 1 Januari

1949

21 Juli 1947           –                             Ø      Persengketaan setelah Perjanjian Linggajati. Belanda melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah RI.

Ø     Belanda mendapat

kecaman dari DK PBB yang memaksanya untuk menghentikan

agresi.

 

  1. Perjanjian Renville 17 Januari

1948

PBB membentuk

KTN:

 

v   Wakil Indonesia: Richard Kirby (Australia)

v   Wakil Belanda: Paul van Zeeland (Belgia)

v   Penengah: Frank

Graham (AS)

Hasil:

Ø   Belanda hanya mengakui Yogyakarta sebagai wilayah RI.

Ø   TNI harus hijrah ke RI.

Ø   RI merupakan bagian dari RIS.

Ø   Akan diadakan pemilu untuk membentuk dewan konstitusi RIS dalam

waktu dekat.

 

  1. Agresi Militer

Belanda II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Serangan Umum 1

Maret 1949

19 Desember

1948

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Maret 1949

v    Jenderal

Sudirman

v   Syafruddin

Prawiranegara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

v    Kolonel Soeharto

v    Sri Sultan Hamengkubuwono IX,

v    Jenderal

Sudirman

v   Belanda menduduki ibukota RI, Yogyakarta.

v   Presiden Soekarno

mengirimkan mandat kepada Syafruddin Prawiranegara, untuk membentuk Pemerintah Darurat RI (PDRI) dengan ibukota Bukittinggi.

v   Belanda mendapat kecaman dari DK PBB dan memaksanya untuk kembali mengadakan perundingan.

v   TNI melakukan serangan umum atas tentara Belanda yang menduduki Yogyakarta.

v   TNI berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 jam. Belanda keluar dari

Yogyakarta.

 

  1. Perjanjian Roem- Royen

7 Mei 1949      v   Moh. Roem

(Indonesia)

Hasil:

 

 

      v   Dr. Van Royen

(Belanda)

Ø   Pasukan Belanda akan

ditarik dari Yogyakarta.

Ø   Belanda menghentikan agresi militernya dan membebaskan semua tahanan politik BA

Ø   Belanda menyetujui RI

sebagai bagian NIS.

Ø   RI akan turut serta dalam

KMB.

12. Konferensi Meja

Bundar (KMB)

23 Agustus-2

 

November

1949

v   M. Hatta (Delegasi

RI)

v   Sultan Hamid II (Delegasi BFO)

v   Van Maarseveen (Delegasi Belanda)

Hasil:

 

Ø   Belanda mengakui RIS sebagai negara yang berdaulat dan merdeka.

Ø   Penyerahan kedaulatan

Desember 1949.

Ø   RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia-Belanda.

Ø   Kedudukan RIS dan Kerajaan Belanda sejajar.

Ø   RIS akan mengembalikan semua hak milik dan membayar hutang-hutang Belanda setelah tahun 1942 sebesar 4,3 milyar gulden.

Ø   Status Irian Barat akan dibicarakan setahun setelah pengakuan kedaulatan.

13. Pembentukan RIS

dan

 

Pengakuan

Kedaulatan

Pembentukan

RIS:

 

16 Desember

1949

 

 

 

 

Pengakuan

 

Kedaulatan di Belanda dan Indonesia: 27

 

Desember

1949

v   Presiden RIS: Ir.

Soekarno

v   Perdana Menteri RIS: Drs. Moh. Hatta

v   Presiden RI: Mr.

Asaat

v   Pengakuan kedaulatan di

Belanda:

v   Ratu Yuliana dan PM Willem Drees à Drs. Moh. Hatta

v   Pengakuan Kedaulatan

di Indonesia:

v   A.H.J. Lovink à Sri

v   Sultan

Hamengkubuwono IX

v   Sejak 27 Desember

1949, Belanda resmi mengakui kemerdekaan dan kedaulatan

v   Indonesia.

 

  • Ancaman Disintegrasi Bangsa

 

 

No Organisasi Daerah Tokoh Latar Belakang Penyelesaian
1. PKI Madiun ·   Muso

·   Semaun

·   Dharsono

·   Amir

Syarifuddin

v Ingin mengubah

dasar negara Pancasila menjadi komunis.

v Muso ditembak mati.

v Semaun dan Dharsono lari ke Rusia.

v Amir Syarifuddin dan tokoh PKI dapat ditangkap dan dapat dijatuhi hukuman mati

2. DI/TII Jawa

Barat

·   Kartosuwiryo v Tidak setuju

dengan perjanjian

Renville.

v Ingin menyingkirkan Pancasila sebagai dasar negara.

v Ingin mendirikan

Negara Islam

Indonesia.

v Melakukan Operasi

Militer taktik pagar besi menggunakan ratusan ribu tenaga rakyat untuk mempersempit ruang gerak.

v Kartosuwiryo berhasil

ditangkap oleh Pasukan

Siliwangi.

3. DI/TII Jawa

Tengah

·   Amir Fatah

·   Kyai

Sumolangu

v Mengurus

penggabungan laskar-laskar masuk ke dalam TNI

v Dilakukan Operasi

Guntur, pada tahun

1954 gerombolan dapat dicerai-beraikan

4. DI/TII Sulawesi

Selatan

v Abdul Kahar

Muzakar

v Ingin menduduki

jabatan sebagai pemimpin APRIS

v Menuntuk agar Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan dalam APRIS dengan nama Brigade Hasanuddin.

v   Dilakukan penyergapan

oleh pasukan TNI dan Kahar Muzakar tertembak mati

5. DI/TII Aceh v Daud Beureuh v Status

keistimewaan Aceh diturunkan menjadi karesidenan.

v Dihentikan dengan jalan

Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh (MKRA).

6. DI/TII Kalimanta

n Selatan

v Ibnu Hajar v Terjadi

pemberontakkan kesatuan masyarakat tertindas

v Melakukan operasi

militer ke Kalimantan Selatan dan berhasil menangkap Ibnu Hajar yang akhirnya dihukum mati.

7. APRA

(Angkatan Perang Ratu Adil)

Bandung

 

 

 

 

Sulawesi

Selatan

v Kapten

Raymond

Westerling

v Sultan Hamid II

v Menuntut

pemerintahan RIS dan Negara Pasundan mengakui APRA sebagai tentara Negara Pasundan.

v   Westerling melarikan

diri ke luar negeri.

 

 

v   Sultan Hamid II berhasil ditangkap pada tanggal 4 April

1950

 

 

        v Menuntut Negara

Pasundan tidak dilebur ke dalam NKRI.

v Melakukan kudeta terhadap Soekarno

v Melancarkan ancaman pembunuhan pejabat negara.

 
8. Pemberont

akan

APRIS

Sulawesi

Selatan

v Andi Aziz v Menolak

kedatangan TNI ke Sulsel karena suasana tidak aman dan terjadi demonstrasi pro kontra negara federasi.

v Andi Aziz diultimatum

4×24 jam untuk mempertanggungjawab kan perbuatannya.

v Andi Aziz terlambat melapor sehingga ia ditangkap dan dipenjara

14 tahun

9. RMS

(Republik Maluku Selatan)

Maluku

Selatan

v Dr. CRS

Soumkil

v Tidak puas dengan

terjadinya proses kembali ke NKRI.

v Ingin mendirikan Republik Maluku Selatan pada 25

April 1950.

v Pemberontakan berhasil

ditumpas dengan dibayar oleh gugurnya Letkol Slamet Riyadi, Letkol Sudiarto, Mayor Abdullah.

v Soumokil dapat di tangkap dan jatuhi hukuman mati.

10. PRRI

(Pemerinta han Revolusion er Republik Indonesia)

Sumatera v Kolonel Ahmad

Husen

v Beberapa daerah

merasa diperlakukan tidak adil pascapemilu I

v Keinginan adanya otonomi yang luas

v Operasi militer terbesar

yang dipimpin AE Kawilarang berhasil kembali menguasai daerah.

11. PERMEST

A (Piagam Perjuangan Rakyat Semesta)

Sulawesi

Utara

v DJ Somba

v Kolonel Ventje

Sumual

v Masyarakat di

Manado tidak puas dengan keadaan ekonomi

v Operasi militer untuk

merebut kembali daerah yang sempat dikuasai PERMESTA

12. G 30 S/PKI Jakarta v DN Aidit v Ingin mengganti

Pancasila dengan

Komunis-Marxis.

v   Merebut kantor besar

RRI dan Telkom yang dipimpin Kolonel Sarwo Edhy Wibowo.

v   Gerakan pembersihan tokoh-tokoh PKI.

v   Menyatakan PKI

sebagai partai terlarang.

v   Pembubaran PKI (era

Soeharto).

 

 

 

  1. C. Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. 1. Konsep Negara Kesatuan Menurut UUD 1945
  3. Butir-butir dalam UUD 1945 menyatakan:
  • Pengukuhan keberadaan Indonesia sebagai Negara kesatuan (Pasal 1 ayat 1).
  • Menghilangkan keraguan terhadap pecahnya NKRI.
  • Memperkuat prinsip negara kesatuan dan tidak sedikit pun mengubahnya menjadi negara federal.
  • Mendorong pelaksanaan otonomi daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara kesatuan.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. b. Asal usul Indonesia sebagai negara kesatuan
  • Pasal 1 ayat 1 UUD dirumuskan oleh PPKI yang merupakan tekad bangsa Indonesia sejak

Sumpah Pemuda 1928. Hal itu merupakan cita-cita luhur para pendiri bangsa.

  • Negara kesatuan adalah bentuk yang ditetapkan sejak awal berdirinya negara Indonesia dan dipandang paling tepat untuk mewadahi ide persatuan sebuah bangsa yang majemuk ditinjau dari berbagai latar belakang (dasar pemikiran).
  1. Karena sifatnya  yang  supel  (fleksibel),  UUD  1945  memungkinkan  untuk  diubah  pasal- pasalnya mengikuti perkembangan zaman, kecuali:
  • Pembukaan UUD 1945.
  • Bentuk NKRI sebagai Negara kesatuan berbentuk republik (Pasal 1 ayat 1). d. Mengapa Pembukaan UUD 1945 tidak boleh diubah?
  • Pembukaan UUD 1945 merupakan dasar dalam berdirinya bangsa Indonesia dalam

Negara Kesatuan, Pembukaan tersebut tetap dipertahankan dan dijadikan pedoman. e.      Mengapa Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 tidak boleh diubah?

  • Pasal tersebut merupakan naskah asli yang tidak dilakukan perubahan karena merupakan

bagian dari komitmen MPR untuk tetap mempertahankan Negara Kesatuan dalam bentuk Negara Republik Indonesia sehingga pasal ini mengayomi pula keberadaan pasal-pasal selanjutnya dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

  1. f. Mengapa Indonesia mempertahankan bentuk Negara kesatuan?
  • Kesepakatan  untuk   tetap   mempertahankan   bentuk   negara   kesatuan   didasari pertimbangan bahwa UUD 1945 secara nyata mengandung semangat agar Indonesia ini bersatu, baik yang tercantum dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasal UUD 1945 yang langsung menyebutkan tentang NKRI.
  • Prinsip kesatuan dalam NKRI dipertegas dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dalam upaya membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
  1. Negara Kesatuan Republik Indonesia dinyatakan dibagi atas bukan terdiri atas. Kalimat “dibagi atas” menunjukkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut adalah satu, setelah itu baru kemudian dibagi atas daerah-daerah, sehingga Negara Kesatuan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

 

  1. 2. Wilayah Indonesia
  2. Secara geologi, wilayah nusantara merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua, yaitu
  • Lempeng Eurasia
  • Lempeng Indo-Australia
  • Lempeng Pasifik.

 

 

  1. Sebagai negara kepulauan berciri Nusantara, wilayah perairan Indonesia meliputi batas laut teritorial, batas landas kontinen, dan batas zona ekonomi eksklusif seperti yang telah disepakati dalam Hukum Laut Internasional tahun 1982.
  • Batas Laut Teritorial

Suatu batas laut yang ditarik dari sebuah garis dasar dengan jarak 12 mil ke arah laut. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung terluar pulau di Indonesia. Di dalam batas laut teritorial ini, Indonesia mempunyai hak kedaulatan sepenuhnya. Negara lain dapat berlayar di wilayah ini atas izin pemerintah Indonesia.

  • Batas Landas Kontinen

Dasar laut yang jika dilihat dari segi geologi maupun geomorfologinya merupakan kelanjutan dari kontinen atau benua. Kedalaman landas kontinen tidak lebih dari 150 meter. Batas landas kontinen diukur mulai dari garis dasar pantai ke arah luar dengan jarak paling jauh adalah 200 mil.

  • Batas Zona Ekonomi Eksklusif

o Deklarasi Juanda (13 Desember 1957) “Laut sebagai pemersatu bangsa”

Batas perairan wilayah Indonesia adalah 12 mil dari garis dasar pantai masing-masing pulau sampai titik terluar.

o Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Wilayah laut sejauh 200 mil dari pulau terluar saat air surut. Pada zona ini Indonesia memiliki hak untuk segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam permukaan laut, di dasar laut, dan di bawah laut serta mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya.

Pinterin

0 / 5

Your page rank:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code