Kata Sifat Bahasa Jepang

Professor

Kata Sifat Bahasa Jepang

Kata Sifat Bahasa Jepang

Dalam pelajaran sebelumnya kita telah belajar menggabungkan dua kata benda
dengan menggunakan partikel. Selanjutnya kita akan belajar mendeskripsikan kata
benda menggunakan kata sifat. Sebuah kata sifat akan bisa secara langsung
memodifikasi kata benda yang muncul setelahnya. Kata sifat juga bisa
digabungkan dengan kata benda menggunakan cara yang sama seperti
menggabungkan dua kata benda menggunakan partikel. Kata sifat terbagi menjadi
dua kategori yaitu kata-sifat-na dan kata-sifat-i.
Kata-sifat-na
Kosa Kata
1. ้™ใ‹ ใ€ใ—ใšใƒปใ‹ใ€‘ (sifat-na) โ€“ sunyi, senyap
2. ไบบ ใ€ใฒใจใ€‘ โ€“ orang
3. ใใ‚Œใ„ (sifat-na) โ€“ cantik, indah, bersih
4. ๅ‹้” ใ€ใจใ‚‚ใƒปใ ใกใ€‘ โ€“ teman
5. ่ฆชๅˆ‡ ใ€ใ—ใ‚“ใƒปใ›ใคใ€‘ (sifat-na) โ€“ baik
6. ้ญš ใ€ใ•ใ‹ใชใ€‘ โ€“ ikan
7. ๅฅฝใ ใ€ใ™ใƒปใใ€‘ (sifat-na) โ€“ suka
8. ่‚‰ ใ€ใซใใ€‘ โ€“ daging
9. ้‡Ž่œ ใ€ใ‚„ใƒปใ•ใ„ใ€‘ โ€“ sayuran
Kata-sifat-na sangat mudah dipelajari karena bisa diperlakukan sama seperti kata
benda. Semua aturan konjugasi yang berlaku untuk kata benda juga berlaku
untuk kata-sifat-na. Satu perbedaan yang utama adalah kata-sifat-na dapat secara
langsung memodifikasi kata benda yang muncul setelahnya hanya dengan
menyisipkan ใ€Œใชใ€ diantara kata sifat dan kata benda. Karena alasan itulah
dinamakan kata-sifat-na.
Contoh
1. ้™ใ‹ใชไบบใ€‚
Orang yang pendiam.

2. ใใ‚Œใ„ใชไบบใ€‚
Orang yang cantik.
Kamu juga bisa menggunakan kata sifat dengan partikel seperti yang kita
lakukan pada pelajaran sebelumnya.
Contoh
1. ๅ‹้”ใฏ่ฆชๅˆ‡ใ€‚
Teman bersifat baik hati.
2. ๅ‹้”ใฏ่ฆชๅˆ‡ใชไบบใ ใ€‚
Teman adalah orang yang baik hati.
Berikut ini adalah contoh dimana penggunaan konjugasi untuk kata benda dan
kata-sifat-na adalah sama.
1. ใƒซใƒ‡ใ‚ฃใฏ้ญšใŒๅฅฝใใ ใ€‚
Rudi suka ikan. (lit: Ikan lah yang, (mengenai) Rudi, (dia) suka)
2. ใƒซใƒ‡ใ‚ฃใฏ้ญšใŒๅฅฝใใ˜ใ‚ƒใชใ„ใ€‚
Rudi tidak suka ikan. (lit: Ikan lah yang, (mengenai) Rudi, (dia) tidak suka)
3. ใƒซใƒ‡ใ‚ฃใฏ้ญšใŒๅฅฝใใ ใฃใŸใ€‚
Rudi dulu suka ikan. (lit: Ikan lah yang, (mengenai) Rudi, dulunya (dia)
suka)
4. ใƒซใƒ‡ใ‚ฃใฏ้ญšใŒๅฅฝใใ˜ใ‚ƒใชใ‹ใฃใŸใ€‚
Rudi dulu tidak suka ikan. (lit: Ikan lah yang, (mengenai) Rudi, dulunya
(dia) tidak suka)
*lit : terjemahan secara literal
Dalam contoh diatas kamu bisa melihat bahwa partikel topik dan partikel pengenal
bisa digunakan bersama-sama. pada contoh diatas partikel topik menjelaskan
bahwa topik nya adalah โ€œRudiโ€ dan partikel pengenal menjelaskan bahwa โ€œikanโ€
adalah yang disukai Rudi.

Kamu bisa secara langsung memodifikasi kata benda menggunakan tiga konjugasi
terakhir. Khusus untuk bentuk positif tak-lampau, jangan lupa untuk menyisipkan
ใ€Œใชใ€.
Contoh
1. ้ญšใŒๅฅฝใใชไบบใ€‚
Orang yang suka ikan.
2. ้ญšใŒๅฅฝใใ˜ใ‚ƒใชใ„ไบบใ€‚
Orang yang tidak suka ikan.
3. ้ญšใŒๅฅฝใใ ใฃใŸไบบใ€‚
Orang yang dulu suka ikan.
4. ้ญšใŒๅฅฝใใ˜ใ‚ƒใชใ‹ใฃใŸไบบใ€‚
Orang yang dulu tidak suka ikan.
Contoh diatas adalah contoh dimana kata orang telah dimodifikasi untuk
membicarakan tentang orang yang suka atau tidak suka ikan. kamu tidak bisa
mengubah kalimat tersebut menjadi ใ€Œไบบใฏ้ญšใŒๅฅฝใใ ใ€ karena akan berarti
โ€œorang suka ikanโ€ dan tidak semua orang suka ikan.
Kita juga bisa memperlakukan satu klausa penuh yang mendeskripsikan kata
benda sebagai satu buah kata benda. Contoh berikut menunjukan bahwa kita bisa
menjadikan satu klausa penuh sebagai sebuah topik.
Contoh
1. ้ญšใŒๅฅฝใใ˜ใ‚ƒใชใ„ไบบใฏใ€่‚‰ใŒๅฅฝใใ ใ€‚
(Orang yang tidak suka ikan), suka daging.
2. ้ญšใŒๅฅฝใใชไบบใฏใ€้‡Ž่œใ‚‚ๅฅฝใใ ใ€‚
(Orang yang suka ikan), juga suka sayuran.

Kata-sifat-i
Kosa kata
1. ๅซŒใ„ ใ€ใใ‚‰ใƒปใ„ใ€‘ (sifat-na) โ€“ tidak suka, benci
2. ้ฃŸใน็‰ฉ ใ€ใŸใƒปในใƒปใ‚‚ใฎใ€‘ โ€“ makanan
3. ใŠใ„ใ—ใ„ (sifat-i) โ€“ lezat
4. ้ซ˜ใ„ ใ€ใŸใ‹ใƒปใ„ใ€‘ (i-adj) โ€“ tinggi, mahal
5. ใƒ“ใƒซ โ€“ bangunan
6. ๅ€คๆฎต ใ€ใญใƒปใ ใ‚“ใ€‘ โ€“ harga
7. ใƒฌใ‚นใƒˆใƒฉใƒณ โ€“ restoran
8. ใ‚ใพใ‚Š๏ผใ‚ใ‚“ใพใ‚Š โ€“ tidak begitu (saat digunakan pada bentuk negatif)
9. ๅฅฝใ ใ€ใ™ใƒปใใ€‘ (na-adj) โ€“ suka, kesukaan
10. ใ„ใ„ (sifat-i) โ€“ bagus
Semua kata-sifat-i selalu berakhiran dengan karakter hiragana ใ€Œใ„ใ€. Namun ada
juga beberapa kata-sifat-na yang berakhiran dengan ใ€Œใ„ใ€seperti ใ€Œใใ‚Œใ„
๏ผˆใช๏ผ‰ใ€.
Pada kenyataannya, sangat sedikit kata-sifat-na yang berakhiran ใ€Œใ„ใ€yang tidak
ditulis dalam kanji, termasuk kataใ€Œใใ‚Œใ„ใ€ danใ€ŒๅซŒใ„ใ€. Hampir semua katasifat-na yang berakhiran ใ€Œใ„ใ€ selalu ditulis didalam kanji. Kata ใ€Œใใ‚Œใ„ใ€ jika
ditulis dalam kanji akan menjadi ใ€Œ็ถบ้บ—ใ€ atau ใ€Œๅฅ‡้บ—ใ€. Karena ใ€Œใ„ใ€
merupakan bagian dari karakter kanji ใ€Œ้บ—ใ€maka kita bisa tahu bahwa kata
tersebut tidak mungkin merupakan kata-sifat-i. Hal ini karena maksud dari
akhiran hiragana ใ€Œใ„ใ€ pada kata-sifat-i adalah agar kita bisa melakukan
konjugasi tanpa mengubah kanji. Kata ใ€ŒๅซŒใ„ใ€mungkin merupakan satu satu nya
kata-sifat-na yang benar-benar berakhiran ใ€Œใ„ใ€yang tidak ditulis dalam kanji.
Hal ini disebabkan karena ใ€ŒๅซŒใ„ใ€ adalah turunan dari kata kerja ใ€ŒๅซŒใ†ใ€.
Tidak seperti kata-sifat-na, kamu tidak perlu menyisipkan ใ€Œใชใ€untuk
memodifikasi kata benda dengan kata-sifat-i

Contoh
1. ๅซŒใ„ใช้ฃŸใน็‰ฉใ€‚(kata-sifat-na)
Makanan yang dibenci.
2. ใŠใ„ใ—ใ„้ฃŸใน็‰ฉใ€‚(kata-sifat-i)
Makanan yang enak.
Karena kata-sifat-i selalu berakhiran ใ€Œใ„ใ€ sama halnya dengan bentuk
negatif keadaan benda yang juga berakhiran ใ€Œใ„ใ€๏ผˆใ˜ใ‚ƒใชใ„๏ผ‰, maka kita juga
tidak boleh menambahkan karakter deklaratif ใ€Œใ ใ€pada kata-sifat-i.
Jangan menambahkan ใ€Œใ ใ€pada kata-sifat-i
Berikut ini adalah aturan konjugasi untuk kata-sifat-i
Aturan Konjugasi untuk kata-sifat-i
Negatif: hilangkan ใ€Œใ„ใ€ pada kata-sifat-i, kemudian tambahkan ใ€Œใใชใ„ใ€
Contoh: ้ซ˜ใ„ โ†’ ้ซ˜ใใชใ„
Bentuk lampau: hilangkan ใ€Œใ„ใ€ dari kata-sifat-i atau bentuk negatif dari –
kata-sifat-i, kemudian tambahkan ใ€Œใ‹ใฃใŸใ€
Contoh
้ซ˜ ใ„ โ†’ ้ซ˜ใ‹ใฃใŸ
้ซ˜ใใชใ„ โ†’ ้ซ˜ใใชใ‹ใฃใŸ
Konjugasi kata-sifat-i
Positive Negative
Tak-lampau ้ซ˜ใ„ ้ซ˜ใใชใ„
Lampau ้ซ˜ใ‹ใฃใŸ ้ซ˜ใใชใ‹ใฃใŸ

Contoh
1. ้ซ˜ใ„ใƒ“ใƒซใ€‚
Gedung yang tinggi.
2. ้ซ˜ใใชใ„ใƒ“ใƒซใ€‚
Gedung yang tidak tinggi.
3. ้ซ˜ใ‹ใฃใŸใƒ“ใƒซใ€‚
Gedung yang dulu tinggi.
4. ้ซ˜ใใชใ‹ใฃใŸใƒ“ใƒซใ€‚
Gedung yang dulu tidak tinggi.
Sama seperti kata-sifat-na kita juga bisa membuat satu klausa penuh yang
mendeskripsikan kata benda menjadi sebuah topik kalimat
Contoh
๏‚ท ๅ€คๆฎตใŒ้ซ˜ใ„ใƒฌใ‚นใƒˆใƒฉใƒณใฏใ‚ใพใ‚Šๅฅฝใใ˜ใ‚ƒใชใ„ใ€‚
Tidak begitu suka (restoran yang harganya mahal).
Pengecualian
Kosa kata
1. ๅ€คๆฎต ใ€ใญใƒปใ ใ‚“ใ€‘ โ€“ harga
2. ใ‚ใพใ‚Š๏ผใ‚ใ‚“ใพใ‚Š โ€“ tidak begitu (saat digunakan pada bentuk negatif)
3. ใ„ใ„ (kata-sifat-i) โ€“ bagus
4. ๅฝผ ใ€ใ‹ใ‚Œใ€‘ โ€“ dia, pacar laki-laki
5. ใ‹ใฃใ“ใ„ใ„ (kata-sifat-i) โ€“ keren, tampan
Ada satu kata-sifat-i yang mempunyai makna โ€œbagusโ€ yang agak berbeda dari katasifat-i lainnya. Inilah suatu kasus klasik dimana belajar bahasa jepang jadi agak
susah bagi pemula karena kata yang sangat sering dan umum digunakan juga
merupakan kata yang termasuk dalam pengecualian. Kata โ€œbagusโ€ sebenarnya
berasal dari kata ใ€Œใ‚ˆใ„๏ผˆ่‰ฏใ„๏ผ‰ใ€. Hanya saja seiring waktu berjalan, kata
tersebut menjadi ใ€Œใ„ใ„ใ€. Jika ditulis menggunakan kanji, maka biasanya akan

dibaca ใ€Œใ‚ˆใ„ใ€. Sedangkan ใ€Œใ„ใ„ใ€ hampir selalu ditulis menggunakan hiragana.
Hanya saja karena ใ€Œใ„ใ„ใ€ aslinya berasal dari ใ€Œใ‚ˆใ„ใ€, maka aturan
konjugasinya masih diturunkan dari ใ€Œใ‚ˆใ„ใ€ dan bukan ใ€Œใ„ใ„ใ€.
Kata sifat lain yang seperti ใ€Œใ„ใ„ใ€ adalah ใ€Œใ‹ใฃใ“ใ„ใ„ใ€. Hal ini dikarenakan
kata ใ€Œใ‹ใฃใ“ใ„ใ„ใ€ berasal dari ใ€Œๆ ผๅฅฝใ€ dan ใ€Œใ„ใ„ใ€ yang digabungkan.
Karena menggunakan ใ€Œใ„ใ„ใ€ yang sama dengan yang dijelaskan diatas maka
aturan konjugasi nya pun juga sama.
Konjugasi untuk ใ€Œใ„ใ„ใ€
Positive Negative
Tak-lampau ใ„ใ„ ใ‚ˆใใชใ„
Lampau ใ‚ˆใ‹ใฃใŸ ใ‚ˆใใชใ‹ใฃใŸ
Konjugasi untuk ใ€Œใ‹ใฃใ“ใ„ใ„ใ€
Positive Negative
Tak-lampau ใ‹ใฃใ“ใ„ใ„ ใ‹ใฃใ“ใ‚ˆใใชใ„
Lampau ใ‹ใฃใ“ใ‚ˆใ‹ใฃใŸ ใ‹ใฃใ“ใ‚ˆใใชใ‹ใฃใŸ
Ingatlah bahwa semua konjugasi diturunkan dari ใ€Œใ‚ˆใ„ใ€ dan bukanใ€Œใ„ใ„ใ€.
Contoh
1. ๅ€คๆฎตใŒใ‚ใพใ‚Šใ‚ˆใใชใ„ใ€‚
Harganya tidak begitu bagus.
2. ๅฝผใฏใ‹ใฃใ“ใ‚ˆใ‹ใฃใŸ๏ผ
Dia tampan! (bentuk lampau untuk menunjukan sesuatu telah secara
sempurna terjadi)