definisi Paragraf

Paragraf atau alinea adalah himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Paragraf tidak lain dari suatu kesatuan pikiran. Suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat (Keraf, 62:2001). Menurut Akhadiah (144:1996) paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Dalam paragraf mengandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut.

 

 

Dari pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa paragraf merupakan bagian wacana yang mengungkapkan  pikiran atau hal tertentu yang lengkap, tetapi yang masih berkaitan dengan seluruh isi wacana.

 

  1. Syarat-syarat Paragraf

Sebuah paragraf dapatlah dikatakan tepat atau efektif jika memenuhi dua persyaratan, yaitu:

 

  1. Kesatuan (Unity)

Kesatuan ini berarti semua kalimat yang membina paragraf itu secara bersama- sama menyatakan suatu hal atau gagasan tertentu. Semua kalimat penjelas harus mendukung gagasan utama atau padu secara makna  (koheren). Jika ada kalimat

 

yang tidak mendukung gagasan utama disebut kalimat tidak koheren, tidak padu atau sumbang. Dengan kata lain satu paragraf hanya membicarakan satu pokok permasalahan.

 

 

  1. Kepaduan Bentuk (Kohesi)

Jika koheren berhubungan dengan isi, kohesi berkaitan dengan penggunaan kata-katanya.  Antara kalimat sebelum dan sesudahnya  menjadi padu dengan menggunakan kata-kata yang dinamakan alat kekohesifan, yakni:

  1. pengulangan kata, sinonim , atau hiponim;
  2. b. kata tunjuk; itu, ini, yakni, yaitu, tersebut, berikut;
  3. c. kata ganti orang; ia, mereka;
  4. d. kata hubung antarkalimat perlawanan; namun, sebaliknya, akan t

 

 

  1. b. Unsur-unsur Paragraf
  2. Gagasan Utama

Gagasan utama (gagasan pokok, gagasan inti, inti masalah, pokok pembicaraan, pokok pikiran, pikiran utama, atau ide pokok) adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Dengan kata lain, gagasan utama merupakan hal pokok yang diungkapkan dalam paragraf dan menjadi inti keseluruhan isi paragraf. Gagasan utama dapat diketahui secara  eksplisit maupun implisit dalam kalimat utama. Sebuah tema atau topik bisa ditemukan dalam gagasan utama. Tema adalah pokok permasalahan yang terdapat dalam bacaan dan menjadi dasar sebuah karangan, sedangkan topik adalah pokok pembicaraan dalam wacana atau paragraf.

 

  1. Kalimat Utama

Kalimat utama atau kalimat topik adalah kalimat inti suatu paragraf yang biasanya terdapat topik atau gagasan utama. Suatu kalimat dikatakan kalimat utama apabila pernyataan di dalamnya merupakan rangkuman ataupun gagasan menyeluruh yang dapat mewakili pernyataan-pernyataan lain dalam paragraf itu.

 

  1. Gagasan Penjelas

Gagasan penjelas, yaitu gagasan yang peranannya menjelaskan gagasan utama atau mendukung gagasan utama. Gagasan ini terdapat di dalam kalimat penjelas.

 

  1. Kalimat Penjelas

Kalimat penjelas adalah kalimat yang mendeskripsikan kalimat utama. Ciri kalimat penjelas umumnya berisi contoh-contoh, peristiwa, ilustrasi, uraian-uraian kecil, kutipan-kutipan, dan gambaran-gambaran yang bersifat parsial.

 

  1. Judul

Judul disebut juga titel, predikat atau kepala karangan. Judul yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. relevan, yaitu berhubungan dengan isi karangan, menggambarkan isi, dan sesuai dengan isi karangan,
  2. provokatif,  yaitu  dapat  menimbulkan  hasrat  keingintahuan  pembaca, sensasional, dan “merangsang”,
  3. singkat artinya judul harus mudah dipahami dan diingat,
  4. spesifik dan logis, yaitu menyempit dan masuk akal.

 

  1. Pungtuasi atau tanda baca. Paragraf haruslah menggunakan tanda baca. Bayangkan jika paragraf tidak menggunakan tanda baca titik (.), tentunya kita akan mengalami kesulitan.

 

c. Jen

1.

is Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama

Paragraf Deduktif adalah paragraf yang letak kalimat utamanya diawal paragraf kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.

Contoh:
Tennis Indoor Senayan, Jakarta, seketika penuh dengan remaja berkostum karakter animasi  Jepang. Rambut palsu berwarna-warni, pakaian dan aksesoris unik yang dipakai, seakan mereka sedang berlomba-lomba  mirip dengan karakter animasi yang diidolakannya. Sebut saja karakter Naruto, Detektif Conan, Sailormoon, dan Kamen Rider. Mereka meramaikan  perhelatan  HelloFest yang diselenggarakan mulai 22 – 23 November 2014.

(Sumber: Kompas.com, 22 November 2014)

 

 

  1. Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan kalimat-kalimat penjelas kemudian diakhiri dengan kalimat utama.

 

Contoh:

Kalau Rianto  Dewandaru,  seniman kelahiran Banyumas,  Jawa Tengah,  yang belakangan banyak berkarya di Jepang  membuka festival dengan nomor Body Without Brain yang mengungkapkan  sesuatu yang sangat mendasar dalam relasi antara tubuh dan otak. Berbeda dengan Ote dari Jepang lewat karya berjudul Shell menampilkan dimensi lain dari tubuh dengan tekanan pada kemungkinan estetik yang bisa lahir dari tubuh. Selama 33 menit penonton tercekam oleh gerak dan geliat tubuh gadis belia ini yang membentuk konfigurasi-konfigurasi tak terduga. Inilah wujud sublim dari estetika tubuh.

(Sumber: KOMPAS.com, 21 November 2014)

 

  1. Paragraf Campuran/Variatif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal dan akhir paragraf. Kalimat utama yang berada di akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.

 

Contoh:

 

Ribuan lalat memenuhi ruangan berbentuk rumah berukuran 7 meter x 7 meter setinggi 3 meter. Di depannya tertulis rearing house. Sebagian lalat hinggap di jaring- jaring sebagai dinding, sebagian lagi menghinggapi dedaunan pisang di ruangan itu. Itulah pasukan khusus, lalat hitam pengurai sampai organik.

(Sumber: KOMPAS.com, 21 November 2014)

 

 

  1. Paragraf Naratif/Deskriptif adalah paragraf yang gagasan utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. Dengan kata lain paragraf ini tidak memiliki kalimat utama. Jenis karangan ini umumnya dijumpai pada karangan-karangan deskripsi dan narasi atau pada paragraf yang menceritakan suatu hal.

 

Contoh:

 

Terkadang muncul kontras yang menarik di sela-sela helaan napas sebuah kota. Hujan yang turun kala matahari  terang benderang, telepon umum yang kesepian, juga harum kopi yang meredam riuh menjadi hening.

Musim gugur rupanya segan menyapa dan membiarkan kehijauan terhampar bebas di Hyde Park. Daun-daun  di pepohonan menikmati kehangatan lembut mentari, menunda kodratnya untuk berguguran. Inilah sepotong pagi yang cerah di kawasan Marble Arfch di pust Kota London, awal Oktober lalu.

(Sumber: KOMPAS.com, 18 November 2014)

 

 

d. Jen

1.

is Karangan Berdasarkan  Tujuan atau Teknik Penyampaian Gagasan

Deskripsi  adalah karangan yang menggambarkan objek menurut pengalaman pancaindra dengan tujuan agar pembaca seolah-olah melihat dan bisa merasakan sendiri objek yang digambarkan penulis.

   

Di dalam paragraf deskriptif terdapat pola pengembangan paragraf, yaitu (1) Pola Spasial; (2) Pola Sudut Pandang. Pola sudut pandang adalah pola pengembangan yang berdasarkan pada posisi penulis saat menggambarkan suatu objek.

 

Pola sudut pandang terbagi lagi menjadi dua pola, yaitu pola:

a.      Subjektif ialah pola yang menggambarkan objek sesuai penafsiran  dengan disertai kesan atau opini dari penulis;

b.      Objektif  ialah  pola   pengembangan  paragraf  deskripsi  dengan  cara menggambarkan objek secara apa adanya tanpa disertai opini penulis.

Contoh:

 

Masjid Kobe merupakan masjid pertama yang dibangun pada tahun 1928 di kawasan paling terkenal di Kobe, Nakayamate  Dori, Chuo-ku, Jepang. Masjid tertua di Jepang ini berdiri sangat kokoh dan anggun di antara bangunan-bangunan beraksitektur Eropa lainnya. Hal ini bisa dilihat dari kubah besar dan dua buah menara kembar

 

di sampingnya. Jika sedang berada di sana, Anda akan melihat struktur bangunan tinggi dengan kubah utamanya yang besar. Itulah gaya khas Turki tradisional. Namun, bentuk jendelanya yang meruncing mengingatkan kita pada masjid-masjid bergaya India atau Persia. Sementara dua buah menara kembar yang mengapit pintu utama masjid dan kubah utama tunggalnya mengingatkan kita pada Masjid Sunitskaia di Vladikavkaz, Rusia.

(Sumber: Narasih Driyanala, cheria-travel.com)

 

 

  1. Eksposisi adalah karangan yang memaparkan pengetahuan, keadaan, proses, masalah atau informasi dengan tujuan agar pembaca mendapatkan informasi sehingga memperluas kemampuan pembaca.

 

Contoh:

 

Kepala  Biro Kerja  Sama  Luar Negeri Kementrian  Pariwisata  Noviendi  Makalam mengatakan pemerintah sedang menimbang kebijakan untuk membuka visa kunjungan singkat bagi warga negara Jepang. Pada 1 Januari 2015, Jepang akan membebaskan visa masuk bagi WNI. WNI yang akan memasuki wilayah Jepang harus menggunakan electronic pasport (e-pasport) dan tidak perlu visa lagi. Melihat regulasi yang dilakukan Jepang, pemerintah sedang mengkaji pembebasan visa bagi warga negara Jepang. Saat ini pemerintah juga sedang mengkaji pembebasan visa bagi empat negara lainnya,  Rusia, Cina, Korea, dan Australia.

(Sumber: Tempo.co, 8 November 2014)

 

 

  1. Persuasi adalah karangan yang bertujuan mempengaruhi dan mengajak pembaca sehingga pembaca dapat melaksanakan apa yang diinginkan penulis. Di dalam karangan persuasi terdapat kalimat persuasif atau kalimat perintah.

 

Contoh:

 

Perusahan  dan  karyawan pada hakikatnya saling membutuhkan. Karyawan merupakan aset perusahaan yang tanpa mereka roda bisnis tidak dapat berjalan. Begitu sebaliknya, karyawan membutuhkan perusahaan untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.  Melihat hubungan tersebut,  kesejahteraan  setiap karyawan wajib diperhatikan oleh perusahaan. Sebagai perusahaan sejatinya tidak hanya menuntut kewajiban para pekerja. Begitu pula dengan karyawan, jangan hanya menuntut hak mereka. Hubungan yang baik di antara keduanya pasti akan memberikan “keuntungan” tersendiri bagi kedua belah pihak.

(Sumber: Kompas, 4 September 2014)

 

 

  1. Argumentasi adalah karangan  yang  menyajikan  suatu  permasalahan dan mengemukakan pendapatnya dengan memberikan alasan, contoh, dan bukti yang

 

kuat agar pembaca menyakini kebenaran yang diungkapkan oleh penulis dan menyatakan persetujuannya.

 

Contoh:

 

Ilmuwan Jepang sukses membuat tikus menjadi transparan dengan menghilangkan pigmen yang mempengaruhi warna jaringan hewan itu. Kazuki Tainaka, pemimpin proyek ini, mengatakan bahwa keberhasilan proyek ini akan mendukung penelitian tentang perkembangan  embrio,  kanker,  dan organ-dalam karena hal itu bisa dilakukan tanpa pembedahan.

Untuk menyulap tikus menjadi transparan, Tainaka dan rekannya dari University of Tokyo dan Japan Science and Teknology Agency fokus pada molekul bernama heme. Ilmuwan menyuntikkan cairan dengan kadar garam tinggi dan membiarkannya disirkulasikan  ke seluruh tubuh tikus lewat jantung. Cairan akan membuat darah keluar dari pembuluh. Setelahnya tikus direndam selama dua minggu dalam zat kimia yang akan memecah hemoglobin menjadi heme dan globin. Oleh sebab itu, pemecahan bakal membuat tikus menjadi transparan.

(Sumber: KOMPAS.com., 7 November 2014)

 

 

  1. Narasi adalah karangan berbentuk cerita yang merupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang disusun secara kronologis dengan tujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang diceritakan. Dalam paragraf narasi terdapat alur cerita, tokoh, setting, dan konflik.

 

Menurut jenis ceritanya, narasi dibagi dua yaitu:

  1. Narasi Sugestif ialah jenis narasi yang hanya mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan  ini dapat dilihat pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel. Narasi sugestif selalu melibatkan daya khayal atau imajinasi karena sasaran yang ingin dicapai yaitu kesan terhadap peristiwa.

 

Contoh

 

Gadis itu mengambil kelopak Sakura yang jatuh di bajunya. Ia memandang dengan tatapan kosong  ke pohon Sakura. Entahlah apa yang dia pikirkan sekarang. “Konnichiwa!”  sapa seorang gadis bermata coklat di belakang. “Konnichiwa!” kata gadis berambut pirang itu masih duduk di bangku taman. “Oh iya, watashi wa namae Rena. Rena Nayaka, Anata?” tanya gadis bermata coklat itu lalu duduk di bangku sebelah gadis bermbut pirang.

Watashi wa namae Aruchan, Aruchan Morikawa. kata gadis berambut pirang itu.Gadis bernama Rena itu tersenyum, senyumnya sangat manis dengan lesung pipitnya itu.

 

 

“Nama yang indah. kata Rena.“Arigatou gozaimasu.”, kata Aruchan tersenyum manis hingga memperlihatkan eye smilenya.

Oh iya, ngomong-ngomong kau murid di Saitama High School juga ya?” tanya

Rena.

“Iya.” Jawab Aruchan Singkat.“Lalu apa yang kau lakukan di sini?” tanya Rena. Arucha terdiam sesaat mencerna pertanyaan Rena.

Aku, aku tak tahu apa yang kulakukan di sini. Aku hanya heran, mengapa bunga seindah ini hanya gugur dan bersemi satu tahun  sekali? Tidakkah  bunga ini abadi?” jawab Aruchan.

“Pertanyaan yang polos,” kata Rena sambil tersenyum.

(Sumber: cerpen Jepang, Haruno Sakura /Sakura musim Semi)

 

 

  1. b. Narasi Ekspositoris ialah jenis narasi yang berisikan rangkaian perbuatan  yang disampaikan  secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa itu secara tepat.

 

Contoh

Siang itu,  sabtu pekan lalu,  Ramin  bermain sangat bagus.  Mula-mula ia menyodorkan  sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin  dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi  Akhmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung.  Mereka membawakan “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Akhmad, sang pengantin  ….

(Sumber: wikibook)

 

 

  1. e. Persamaan dan Perbedaan Eksposisi dan Argumentasi
  2. Persamaan

Karangan eksposisi dan argumentasi keduanya sama-sama menjelaskan pendapat, gagasan, dan keyakinan. Keduanya membutuhkan fakta yang diperkuat dengan data, memerlukan analisis, dan menggali sumber ide dari pengalaman, pengamatan, dan penelitian.

 

  1. Perbedaan

 

 

Eksposisi

 

Argumentasi

Bertujuan menerangkan dan pemaparkan informasi sehingga pembaca memperoleh informasi tersebut dengan sangat jelas. Bertujuan  mempengaruhi pembaca agar setuju.

 

 

 

Eksposisi

 

Argumentasi

Fakta, angka, dan contoh diperlukan untuk

memperjelas.

Fakta, angka, dan contoh diperlukan untuk memperkuat pembuktian.
Bagian  pendahuluan  memperkenalkan topik yang akan dipaparkan. Bagian pendahuluan: menarik perhatian pembaca pada persoalan yang dihadapi.
Bagian isi menganalisis agar informasi jelas bagi pembaca. Bagian isi membuktikan bahwa pandangan atau ide yang dikemukakan benar.
Bagian penutup  berisikan tentang penegasan. Ditandai dengan ungkapan pada awal kalimat, seperti jadi, bahkan. Bagian penutup berisikan simpulan. Ditandai dengan konjungsi antarkalimat seperti oleh karena itu, oleh sebab itu, dengan demikian.

 

f. Jen

1.

is Karangan Berdasarkan Pola Pengembangannnya

Definisi, batasan pengertian topik dengan menfokuskan pada karakteristik topik itu sendiri.

  Contoh
Mengkudu (morinda  citrifolia)  adalah tumbuhan asli dari Indonesia, termasuk jenis kopi-kopian, dan dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah

1500 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun

20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah. Penyakit yang dapat diobati dengan buah mengkudu, yakni hipertensi, sakit kuning, demam, influenza, batuk, dan sakit perut.

(Sumber: Tanamanobatindonesia .com)

 

 

  1. Klasifikasi ialah paragraf yang membagi sesuatu dan mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori.

 

Contoh

 

Pemerintah  akan memberikan  bantuan pembangunan  rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut

 

disesuaikan dengan tingkat kerusakannya.  Warga yang rumahnya rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta. Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar

30 juta. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat

dengan pengawasan dari pihak LSM.

(Sumber: kafeilmu.com)

 

 

  1. Proses, paragraf jenis ini sering ditemukan pada buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan,  atau cara-cara tertentu.

 

Contoh

Lemon dan jeruk nipis ternyata memiliki khasiat sebagai penghilang jerawat. Kedua buahinimengandungcitricacidyangsangatkayadansangatbaikuntukmemindahkan sel-sel kulit mati yang bisa menjadi penyebab jerawat. Cara menggunakannya ialah dengan mencampurkan perasan lemon atau jeruk nipis dengan air mawar, kemudian oleskan di wajah secara merata dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas wajah dengan air hangat. Penerapan yang dilakukan  secara rutin dan konsisten selama 15 hari akan memberikan hasil yang maksimal.

(sumber: wikibooks.org)

 

 

  1. Ilustrasi (contoh), pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan kata seperti, bagaikan, contoh, dan misalnya.

 

Contoh

Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik. Indikatornya dapat dilihat dari berbagai  aspek. Misalnya, dalam bidang otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan raya. Sepeda motor baru, mobil pun baru. Ini menandakan bahwa taraf hidup masyarakat mulai membaik. Indikator lain seperti daya beli masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bidang papan, misalnya, banyak warga masyarakat yang membangun tempat tinggal yang permanen.

(Sumber: wikibooks.org)

 

 

  1. Komparatif (perbandingan) dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain yang dibandingkan berupa dimensi-dimensi kesamaannya. Kesamaan  itu  bisa cirinya,  karakternya, tujuannya, dan bentuknya.

 

Contoh

 

Kartun berasal dari bahasa Inggris “cartoon”, sedangkan anime diserap dari kata animation. Karena anime dan manga Jepang  sangat hit dan popular di dunia, sebutan kartun lama-kelamaan berkurang dan orang-orang mulai memakai sebutan anime. Begitu pula dengan kata komik dan manga karena komik Jepang mendunia, orang-orang mulai menggunakan kata manga untuk komik yang berasal dari Jepang. Sebenarnya kata cartoon, comics, animation tidak ada perbedaan dengan kata anime dan manga, sebutannya saja yang berubah. Jadi, lebih detailnya komik merupakan buku manga, sedangkan animation/anime  adalah gambar yang bergerak. Anime dan manga telah menjadi bahasa dunia bukan hanya digunakan oleh orang Jepang saja, melainkan juga oleh seluruh masyarakat dunia.

(Sumber: m. chiebukuro.yahoo.co.jp)

 

 

  1. Kontrastif (pertentangan), berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.

 

Contoh

Orang yang gemar bersepeda pada umumnya ialah orang-orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.

(Sumber: wikibooks.org)

 

 

  1. Berita ialah paragraf yang berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar.

 

Contoh

China mengecam rencana pertemuan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, yang kini tinggal di pengasingan di India Utara. Pertemuan Obama dan Dalai Lama dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih, Jumat (21/2) waktu setempat. Pertemuan tersebut dilakukan karena muncul keprihatinan AS terkait dengan meningkatnya ketegangan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia di kawasan Tibet.

(Kompas, 22 Februari 2014)

 

 

  1. Analisis, yaitu paragraf yang merupakan proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian kemudian masing-masing subbagian dikembangkan secara berurutan.

 

Contoh

 

Maraknya tayangan yang tidak bermoral menghadirkan beragam adegan kekerasan di televisi. Dari mulai gaya bicara hingga perilaku individu tersebut.  Umpatan, pukulan kerap menjadi adegan “wajib” dalam setiap episodenya. Bahkan tak jarang sering mengeluarkan  kata-kata yang seharusnya tak pantas diucapkan. Bahkan ada beberapa sinetron yang memang  khusus menampilkan  konflik yang secara berkepanjangan seperti Cinta Fitri. Bukan hanya sinetron atau film, bahkan reality show yang kini marak bak jamur pun mengikuti sinetron yang sudah dulu melangkah dalam bidang kekerasan di televisi. Seharusnya terjadi hubungan vertikal antara Komisi  Penyiaran  Indonesia  dengan masyarakat  agar dapat menyaring setiap tayangan yang mengandung kekerasan serta peran orang tua yang secara kontinuitas mengawasi putra-putrinya dalam menonton tayangan di televisi.

(Sumber: myzohara.wordpress.com)

 

  1. B. FAKTA dAn OPini

Kalimat-kalimat dalam paragraf dapat berupa fakta dan opini.

 

 

  1. Fakta adalah pernyataan yang tidak diragukan lagi kebenarannya, sesuatu yang merupakan kenyataan, dan ada buktinya. Untuk mengetahui kalimat berisi fakta, kita mengajukan pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, dan berapa.

 

Contoh

 

Di Jepang Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak bersubsidi, harganya  Rp16.000,00 per liter. Di Negara Matahari Terbit ini tidak ada demonstrasi, meskipun BBM mahal. Ada yang jauh lebih penting daripada  menuntut  BBM murah, yakni memberikan subsidi untuk pendidikan, jaminan hidup, dan kesehatan.  Subsidi pemerintah Jepang itu tepat sasaran. SD sampai dengan SMA di Jepang gratis untuk sekolah negeri. Fasilitas lengkap seperti gedung, alat belajar, sarana olahraga  (kolam renang) semua gratis. Subsidi juga diberikan dalam bentuk asuransi kesehatan misalnya orang dewasa hanya membayar

30% dari biaya pengobatan , manula membayar 10% dari biaya pengobatan, dan anak- anak gratis. Bahkan, pemerintah Jepang memberi subsidi dan memberikan dana untuk ibu melahirkan. Bukan hanya itu, pemerintah juga memberi subsidi untuk apartemen murah (danchi/public housing) bagi keluarga yang kurang mampu.

(Sumber: Facebook,  by RG Kdj)

 

  1. b. Opini adalah pendapat seseorang yang masih diragukan kebenarannya, bisa benar atau Untuk mengetahui kalimat berisi opini, kita mengajukan pertanyaan mengapa dan bagaimana.

 

Contoh

Kemarin  dalam perjalanan saya ke  Wonogiri untuk acara menanam pohon, saya sempat merenung tentang kekayaan dunia kuliner kita. Kita adalah bangsa yang mempunyai  kekayaan kuliner luar biasa, tetapi bisa dikatkan gagal mem- brandingkuliner kita ke dalam pasaran pasaran dunia internasional. Pernah saya ke Eropa beberapa tahun lalu untuk perjalanan  bisnis, betapa masakan Thailand seperti Tom Yam sudah amat dikenal, mungkin hanya di Belanda makanan kita dikenal baik, seperti gado-gado, nasi goreng, atau hidangan nasi lengkap buatan orang Belanda yang bahannya amat Indonesia seperti rijsttafel hidangan yang lengkap ala Indonesia dari sate sampai telor dadar.

(Sumber: Facebook Ir. Haji Joko Widodo, 29 November  2014)


  1. A. Penalaran

Untuk menarik sebuah simpulan diperlukan penalaran, yaitu proses bernalar dengan cara menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada. Menarik simpulan dengan proses bernalar itu ada dua cara, yakni deduksi dan induksi.

 

  1. B. Deduksi

Deduksi adalah menarik simpulan dengan proses bernalar yang bertolak dari hal umum ke hal-hal yang bersifat khusus.

 

Penarikan simpulan secara deduksi ada dua cara:

  1. Simpulan Langsung: Simpulan yang diperoleh dari satu premis untuk menghasilkan pernyataan-pernyataan baru.

Contoh: Beberapa prajurit adalah gagah berani. Beberapa yang gagah berani adalah prajurit.

 

 

  1. b. Simpulan Tidak Langsung: diperlukan dua premis.
  2. Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial.  Proposisi  yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang dibedakan menjadi premis umum (premis yang terminnya menjadi

 

predikat) dan premis khusus (premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah termin penengah (middle term).

 

 

Hukum-hukum Silogisme Kategorial

1)     Silogismekategorialpositif; apabila dua premis bersifat positif, simpulannya positif.

 

Contoh:

 

Premis Umum: Semua murid Jyuken Sapuri masuk perguruan tinggi negeri favorit.

Premis Khusus:  Syafna Devanni Ardian murid Jyuken Sapuri.

Simpulan: Syafna Devanni Ardian masuk perguruan tinggi negeri favorit.

 

 

2)     Silogisme kategorial  negatif; apabila salah satu premis bersifat negatif, simpulannya harus negatif juga. Biasanya premis negatif menggunakan kata yang bersifat negatif seperti tidak, bukan, belum.

 

Contoh 1:

 

Premis Umum:  Semua penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan bertepung.

Premis  Khusus:  Pak Cecep Medi A. penderita diabetes.

Simpulan: Pak  Cecep  Medi A.  tidak boleh mengonsumsi  makanan bertepung.

 

 

Apabila salah satu premis bersifat partikular,  simpulannya partikular juga.

 

Contoh 2:

 

Premis Umum: Semua makanan yang halal disantap menyehatkan.

Premis Khusus: Sebagian makanan tidak menyehatkan.

Simpulan: Sebagian makanan tidak halal disantap.

 

 

3)     Silogisme yang salah

  1. a) Jika kedua premis bersifat partikular, tidak sah diambil

 

Contoh:

 

Premis Umum: Beberapa pedagang tidak jujur Premis Khusus: Chaca Centila seorang pedagang Simpulan: Chaca Centila tidak jujur (?)

 

Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat simpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Simpulannya:  Chaca Centila mungkin tidak jujur.

 

 

  1. b) Apabila kedua premis bersifat negatif, tidak sah ditarik

 

Contoh:

 

Premis Umum: Semua buaya tidak menyusui anaknya.

Premis Khusus: Komodo bukan kura-kura.

Simpulan:  Komodo menyusui anaknya (?}

 

 

  1. c) Apabila termin penengah dalam suatu premis tidak tentu, tidak sah diambil

 

Contoh:

 

Premis Umum: Semua ikan berdarah dingin. Premis Khusus: Binatang ini berdarah dingin. Simpulan: Binatang ini adalah ikan (?)

Mungkin saja bukan ikan, tetapi binatang melata.

 

 

  1. d) Dari dua premis khusus, baik silogisme kategorial positif,  salah satu premisnya negatif atau kedua premisnya negatif, tidak dapat diambil

 

Contoh 1:

 

Premis  Khusus:  Argha  Zamzami  Ardian  diterima  sebagai mahasiswa.

Premis Khusus: Argha Zamzami Ardian remaja yang rajin beramal. Simpulan: Remaja yang rajin beramal diterima sebagai mahasiawa UI (?)

 

 

Contoh 2:

 

Premis Khusus: Ayam adalah binatang. Premis Khusus: Angsa bukan ayam. Simpulan:  Angsa bukan binatang (?)

 

 

Contoh 3:

 

Premis Khusus: Kucing bukan bunga sakura. Premis Khusus: Macan bukan bunga sakura Simpulan:   (?)

 

  1. Entimem

Entimem adalah silogisme yang diperpendek tanpa penyebutan premis umum dan langsung mengambil simpulan dengan premis khusus sebagai penyebabnya.

 

 

Rumusnya: Entimem = S karena PK

 

Contoh:

 

Silogisme

Premis Umum: Semua murid Jyuken Sapuri cerdas. Premis Khusus: Rhere murid Jyuken Sapuri. Simpulan: Rhere cerdas

 

 

Entimemnya: Rhere cerdas karena Rhere murid Jyuken Sapuri.

 

 

  1. C. Induksi

Induksi adalah menarik simpulan dengan terlebih dahulu menyebutkan peristiwa- peristiwa khusus.

Ada tiga macam induksi sebagai berikut:

 

 

  1. Generalisasi

Generalisasi adalah penalaran induksi dengan cara menarik simpulan  secara umum berdasarkan sejumlah data atau peristiwa-peristiwa khusus yang dikemukakan yang jumlahnya harus cukup dan dapat mewakili untuk ditarik sebuah simpulan.

 

Contoh:

Pendidikan  karakter untuk melawan koruptor dan kemerosotan  moral bangsa terus dilaksanakan di semua sekolah di Indonesia. Namun, perlu kita sadari bahwa para koruptor yang tertangkap  sekarang justru berasal dari kaum pemuda yang merupakan calon pemimpin di masa depan. Banyak juga tawuran dan penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda sekarang seperti pemerkosaan, pencurian, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang pendidikan karakter masih belum efektif mengubah karakter bangsa.

(Sumber: contohparagraf.blogspot.sg)

 

 

  1. b. Analogi

Analogi adalah penalaran induksi dengan menarik simpulan yang dimulai dengan membandingkan dua hal yang memiliki banyak persamaan.

 

Contoh:

 

Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin dan semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah orang itu dapat melaluinya? Begitu pula menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah orang itu sanggup melaluinya? Jadi menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

(Sumber: makalahpendidikan.blogdetik.com)

 

 

  1. c. Kausal
  2. Sebab-akibat. Diawali dengan peristiwa-peristiwa yang  menjadi  sebab kemudian sampai pada suatu simpulan yang menjadi akibat.

 

Contoh:

Banyak sekali kasus penebangan  hutan yang terjadi 10 tahun belakangan. Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai aturan untuk menghukum para penebang liar.  Namun faktanya penebangan  liar  terus terjadi sehingga merugikan banyak pihak. Akibat dari penebangan liar tanah tidak mampu menyerap air dengan baik dan juga tanah tidak ada lagi yang mengikat. Oleh karena itu, tiap datang musim hujan selalu terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

(Sumber: tommysyatriadi.blogspot.com)

 

 

  1. Sebab-akibat. Diawali dengan peristiwa yang menjadi akibat kemudian kita mencari penyebabnya.

 

Contoh:

 

Bencana banjir banyak terjadi di mana-mana  sekarang. Bencana banjir tidak hanya melanda daerah dataran rendah yang memang sudah menjadi langganan banjir. Namun, beberapa daerah dataran tinggi juga dilanda musibah banjir. Dua puluh tahun yang lalu, Bandung termasuk wilayah yang bebas banjir. Sekarang ini, apa yang terjadi? Setiap musim hujan tiba dan hujan deras turun dalam beberapa jam, sudah bisa dipastikan banyak wilayah di Bandung yang tergenang banjir. Bukan hanya Bandung, beberapa wilayah di Sulawesi akhir- akhir ini dilanda banjir juga, yaitu banjir bandang. Padahal Sulawesi termasuk wilayah dengan jumlah hutan yang tidak sedikit. Pembalakan hutan secara liar, pembangunan wilayah yang tidak memperhatikan sistem drainase merupakan dua penyebab utama bencana banjir yang terjadi belakangan ini.

(Sumber: bahasa dan sastra1.blogspot.com)

 

  1. Sebab-akibat 1 Akibat 2. Sebuah peristiwa yang kita kemukakan menimbulkan beberapa akibat yang lain. Misalnya: sebab kenaikan BBM mengakibatkan harga sembako naik, tarif angkutan naik, tingkat kriminalitas tinggi, dsb.

 

Contoh:

Sekutu melalui rapat di London menentukan jumlah rampasan perang yang sangat memberatkan  bagi negara Jerman  sehingga Jerman  mengalami kesulitan dalam membayarnya. Pemerintah yang menghadapi hal ini langsung mencetak uang mark sebanyak-banyaknya  sehingga terjadi hyper inflasi. Akhirnya nilai mata uang mark turun dan uang mark dianggap sama saja dengan kertas.

(Sumber: marshellarynto.wordpress.com)

 

 

  1. D. Membuat Simpulan pada Paragraf

Simpulan adalah hasil  dari  menyimpulkan/kesimpulan (KBBI).   Simpulan haruslah mencerminkan seluruh isi paragraf dengan runtut dan logis. Dalam membuat simpulan, gagasan pokok paragraf termuat di dalamnya.

 

 

Menyimpulkan berarti membuat keputusan akhir berupa kalimat singkat yang diambil secara umum dari pernyataan-pernyataan  sebelumnya yang bersifat khusus.  Dengan perkataan lain, menyimpulkan berarti menyarikan paragraf, pendapat, dan sebagainya berdasarkan apa yang diuraikan dalam paragraf tersebut.

 

  1. Ringkasan

Ringkasan adalah hasil tulisan ringkas dari beberapa uraian. Uraian-uraian pokok yang ada dalam karangan disusun menjadi sebuah karangan baru yang ringkas, tetapi masih memperlihatkan sosok karangan  aslinya. Isi ringkasan sudah meliputi seluruh bagian yang ada dalam karangan seperti buku, novel, artikel yang kita ringkas.

 

Rangkuman adalah hasil dari merangkum, yaitu cara meringkas dengan mengurutkan setiap pokok-pokok pikiran kemudian disusun tanpa mengubah struktur tetap karangan aslinya.

 

Ikhtisar merupakan hasil dari meringkas dengan menyusun pikiran-pikiran pokok lalu pikiran-pikiran pokok tersebut dirangkai dengan cara tidak berurutan. Penulis ikhtisar bebas mengombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti.

 

Intisari adalah bagian-bagian penting dari karangan. Bagian-bagian penting tersebut dirangkaikan bisa dengan cara meringkas model rangkuman maupun ikhtisar.

 

Dapatlah dikatakan bahwa ringkasan dan intisari adalah pengertian secara  umum, pengertian khususnya, yaitu merangkum dan ikhtisar.

 

  1. F. Pesan dalam Karangan

Pesan adalah informasi berupa gagasan yang disampaikan penulis melalui karangannya kepada pembaca baik secara eksplisit maupun implisit dengan maksud tertentu.  Dalam cerita rekaan, pesan disebut amanat.

 

  1. G. Komentar atas Isi Karangan

Komentar menurut KBBI adalah ulasan atau tanggapan atas berita, pidato, dan sebagainya (untuk menerangkan atau menjelaskan). Berkomentar artinya memberikan kritik yang bertujuan untuk ‘membangun’ bukan ‘menjatuhkan’ narasumber yang tentunya harus sesuai dengan isi tulisan karena komentar merupakan sarana komunikasi antara penulis dan pembaca.

 

Tanggapan  adalah komentar baik positif maupun negatif yang diberikan terhadap karangan. Tanggapan tersebut bertolak dari sudut pandangan tertentu seperti agama, sosial, moral, atau logika. Syaratnya tanggapan harus masuk akal.

 

 

 

Pinterin

0 / 5

Your page rank:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code