PASKIBRA SEKOLAH

Paskibra Sekolah
1.1 Pengertian
Secara sistematis organisasi Paskibra Sekolah memiliki arti sebagai berikut:
a. Organisasi : Secara umum adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang diadakan
untuk mencapai tujuan bersama.
b. Paskibra : Pasukan Pengibar Bendera.
c. Sekolah : Satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar
yang dalam hal ini Sekolah Menengah Atas atau sederajat.
Sehingga organisasi Paskibra Sekolah adalah sebuah wadah berhimpun yang dilaksanakan di
sekolah yang kegiatan dasarnya berupa pengibaran bendera kebangsaan Republik Indonesia.
1.2 Peranan dan Tujuan
Peranan dalam pengembangan Paskibra sekolah diantaranya adalah:
a. Untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan para siswa, dalam arti memperkaya
pelajaran serta memperbaiki pengetahuan para siswa yang berkaitan dengan program
kurikulum yang ada.
b. Untuk melengkapi upaya pendidikan, pemantapan dan pembentukan nilai-nilai
kepribadian para siswa. Hal ini dapat diusahakan melalui kegiatan baris-berbaris, penguasaan
teknis upacara bendera, kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan ketakwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa serta latihan kepemimpinan dan bela negara.
Di samping berorientasi pada mata pelajaran yang diprogramkan, dan usaha pembentukan
kepribadian siswa, memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler yang diarahkan untuk membina
serta meningkatkan bakat, minat dan keterampilan. Hasil yang diharapakan kegiatan ini tak lain
ialah untuk memacu anak didik kearah yang sifatnya positif.
Adapun tujuannya adalah sebagai berikut:
a. Siswa dapat memperdalam dan memperluas pengetahuan mengenai hubungan antar
berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi penjiwaan manusia
seutuhnya dalam arti:
1) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2) Berbudi pekerti luhur;
3) Memiliki pengetahuan dan keterampilan;
4) Sehat jasmani dan rohani;
5) Berkepribadian dan mandiri;
30
6) Memiliki percaya diri yang positif;
7) Memiliki rasa tanggung jawab bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
b. Untuk lebih memantapkan pendidikan kepribadian dan untuk mengaitkan antara
pengetahuan yang diperoleh dalam kurikulum dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.
Memiliki ketangguhan fisik dan mental yang terdidik.
1.3 Landasan Hukum
a. Tap MPR No. II tentang GBHN;
b. PP No. 29 Tahun 1990, tentang Pendidikan Menengah;
c. Kepmen P & K No. 222 b/O/1980, tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen P&K;
d. Kepmen P & K No. 0461/U/1984 tanggal 18-10-1984, tentang Pembinaan Kesiswaan;
e. Kepmen P & K No. 061/U/1993, tentang Kurikulum Sekolah Menengah Umum;
f. Kepmen P & K No. 080/U/1993, tentang Kurikulum Sekolah Menengah Umum;
g. Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah No. 226/C/Kep/Oktober/1992,
tanggal 27/6/1992 tentang Pembinaan Kesiswaan;
h. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
i. Hasil rapat kerja Pengurus Provinsi Purna Paskibraka Indonesia priode 2012-2016
1.4 Kelengkapan Organisasi
a. Musyawarah Anggota
Musyawarah anggota adalah forum tertinggi serta diadakan satu kali dalam satu periode
kepengurusan, dan berfungsi untuk:
1) Mengangkat dan memberhentikan ketua umum;
2) Menilai laporan pertanggungjawaban(LPJ) pengurus harian;
3) Menetapkan perubahan/penyempurnanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga(AD/ART) serta Peraturan Organisasi(PO);
4) Menetapkan iuran bulanan anggota;
5) Hal-hal lain yang dianggap perlu oleh organisasi.
b. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
31
Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau disingkat AD/ART adalah seperangkat
aturan-aturan dasar organisasi yang menjadi acuan dalam menajalankan kegiatan
organisasi (contoh terdapat pada bab IV).
c. Peraturan Organisasi
Peraturan organisasi adalah perangkat aturan yang mengatur tentang tata kerja organisasi dan
anggota secara mengikat. Peraturan Organisasi dibuat di dalam Rapat Kerja (contoh terdapat
pada bab IV).
d. Program Kerja
Program kerja adalah rencana kinerja pengurus dalam satu periode kepengurusan yang
disusun berdasarkan rencana kegiatan tiap-tiap bidang.
e. Pengurus
Pengurus dibentuk oleh ketua umum terpilih berdasarkan saran dan usul dari anggota serta
disahkan melalui surat keputusan yang dikeluarkan oleh kepala sekolah. Pengurus adalah
anggota Paskibra yang sementara duduk di kelas XI (tingkat II).
Perangkat pengurus dapat terdiri dari:
1) Ketua umum;
2) Ketua I;
3) Ketua II;
4) Sekretaris Umum;
5) Wakil Sekretaris;
6) Bendahara Umum;
7) Wakil Bendahara;
8) Bidang-Bidang (sesuai dengan kondisi dan kebutuhan organisasi).
Kelengkapan tambahan antara lain:
1) Pelindung adalah Kepala Sekolah;
2) Penasehat adalah Pembina OSIS;
3) Pembina teknis adalah Staf pengajar yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah;
4) Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO)adalah Pengurus yang telah dimisioner.
32
1.5 Struktur Organisasi
Secara umum, struktur organisasi di sekolah dapat dilihat sebagai berikut:
a. Umum
b. Khusus
1.6 Sistem Pendidikan
Sistem Pendidikan Paskibra Sekolah menggunakan metode pendekatan kekeluargaan yang
dikenal dengan sistem pendekatan desa bahagia, serta memiliki jenjang-jenjang pengkaderan.
a. Pra Diklat
1) Perkenalan
Agar terjadi interaksi yang baik dan tidak kaku maka pengurus perlu mengadakan perkenalan
baik sesama calon anggota maupun antara calon anggota dengan pengurus.
2) Orientasi
Orientasi bertujuan untuk memperkenalkan kepada calon anggota mengenai materi-materi
serta program-program apa saja yang akan di dapatkannya selama menjadi anggota Paskibra
Sekolah.
3) Kontrak Belajar
Sebelum aktifitas latihan dimulai maka harus didahului dengan kontrak belajar antara calon
anggota dengan pengurus/pelatih sehingga proses latihan dapat berjalan dengan baik. Adapun
hal yang dibicarakan adalah:
• Jadwal Latihan;
• Tata tertib latihan;
• Pengangkatan ketua kelas;
• Dan hal-hal lain yang dianggap perlu.
b. Diklat
Diklat adalah latihan lanjutan dari latihan-latihan rutin yang dilaksanakan setiap minggu di
sekolah-sekolah. Diklat dilaksanakan secara terpadu dan terjadwal dengan perincian sebagai
berikut:
1) Waktu – Dilaksanakan selama tujuh hari satu malam secara berturut-turut (atau
dikondisikan);
33
2) Pemateri – Pematerinya berasal dari mereka yang pernah mengikuti pelatihan khusus
sesuai dengan materi yang dibawakannya. Diantaranya adalah anggota Purna Paskibraka
Indonesia, alumni, guru dan atau pihak lain yang berkompeten.
3) Kurikulum – Sebelum pelaksanakan diklat, para anggota diharapkan sudah memahami
materi yang akan dibawakan secara teoritis melalui latihan rutin yang dilaksanakan setiap
minggu, sehingga dalam pelaksanaan diklat peserta lebih banyak diarahkan untuk kegiatan
lapangan secara intensif serta pembinaan mental kepaskibraan melalui pendekatan kedisiplinan
dengan pola Pandu Ibu Indonesia Berpancasila.
c. Pasca Diklat
Setelah pelaksanaan diklat, pola pengkaderan lebih diarahakan kepada pengembangan minat
dan bakat anggota dan lebih dipersiapkan untuk menjadi seorang pelatih/pengurus nantinya.
Kegiatan dapat berupa Training of Trainer (TOT), upgrading, manajemen kepemimpinan, dan
sebagainya.
1.7 Penerimaan Anggota
a. Sosialisasi Organisasi
Untuk menarik minat siswa sehingga memilih Paskibra sebagai organisasi ekstrakurikulernya
maka perlu mengadakan promosi-promosi seperti:
1) Media Visual
Dapat berupa baligho, pamflet, atau hal-hal lain yang bersifat promosi.
2) Show Times
Yaitu para anggota Paskibra unjuk kebolehan di depan para siswa baru yang sengaja diadakan
untuk itu. Misalnya memperagakan gerakan baris-berbaris dalam berbagai macam bentuk
formasi dengan menggunakan seragam-seragam Paskibra (PDU, PDH dan PDL).
3) Pendekatan Personal
Selain dengan cara tersebut di atas sebaiknya pengurus dan anggota Paskibra menggunakan
cara pendekatan personal yaitu dengan mendekati para siswa baru yang dianggap berpotensi
dan memiliki bakat menjadi Paskibra maupun Paskibraka.
b. Pendaftaran Calon Anggota
Pengurus Paskibra menyediakan formulir isian bagi para siswa baru yang berminat untuk
menjadi anggota Paskibra.
c. Seleksi Calon Anggota
34
Bagi para siswa yang telah mendaftarkan diri diharuskan mengikuti seleksi calon anggota yang
dilakukan oleh pengurus Paskibra di bantu oleh pembina teknis, adapun materi penyeleksian
adalah:
1) Postur tubuh (tinggi dan berat badan);
2) Mental ideologi;
3) Keterampilan;
4) Hal-hal lain yang dianggap perlu.
d. Pengukuhan Calon Anggota Paskibra Sekolah (Capas)
Siswa yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan lulus seleksi selanjutnya dikukuhkan
menjadi calon anggota paskibra sekolah oleh pembina. Teknis pengukuhan disesuaikan
dengan kondisi dan tradisi sekolah masing-masing.
1.8 Cara Mendirikan Organisasi
Bagi sekolah yang belum terbentuk oganisasi Paskibranya diharapkan agar segera membentuk
atas persetujuan Kepala Sekolah. Adapun mekanisme pembentukannya adalahsebagai berikut:
a. Siswa yang berinisiatif membentuk organisasi Paskibra di sekolahnya diharapakan
meminta persetujuan kepada Kepala Sekolah dan berkonsultasi dengan Pembina
OSIS dan atau guru pembimbing;
b. Pengurus persiapan minimal berjumlah 25 orang siswa merangkap sebagai anggota dan
1 orang Pembina Teknis;
c. Setelah pengurus terbentuk harus segera mengajukan surat permohonan pengesahan
kepada Kepala Sekolah diketahui oleh Pembina OSIS dan Ketua OSIS;
d. Mengadakan perekrutan anggota baru minimal 25 orang yang berasal dari siswa kelas X
dan XI baik putra maupun putri;
e. Kemudian bersama dengan para anggota lainnya menyusun Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Organisasi Paskibra Sekolah.
f. Paling lambat tiga bulan setelah mendapat pengesahan dari Kepala Sekolah pengurus
persiapan harus melapor kepada Pengurus Daerah Purna Paskibraka Indonesia Provinsi
Banten untuk mendapatkan Nomor Registrasi Unit Sekolah setelah mengadakan Diklat
Paskibra;
g. Untuk menjadi pengurus definitive Paskibra sekolah minimal berusia 1 tahun sejak tanggal
didirikannya dan memiliki angota minimal 75 orang. Yang terdiri dari kelas X,XI dan XII.
1.9 Tata Kerja Pengurus
35
Pasal 1
Umum
Tata kerja ini adalah dalam rangka membagi tugas dengan tujuan memfungsikan segenap
potensi pengurus yang ada sehingga berdaya guna dan berhasil guna.
Pasal 2
Tugas pokok dan susunan pengurus Paskibra Sekolah.
1. Tugas pokok pengurus Paskibra Sekolah adalah:
a. Melaksanakan semua program yang telah dibuat di dalam rapat kerja pengurus dan
menjalankan hasil keputusan MusyawarahAnggota (Musta);
b. Mengadakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan konsolidasi dalam melaksanakan
program-program kerja tersebut untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang diharapkan;
c. Mengambil kebijakan atau keputusan dalam rangka kewibawaan dan pengembangan
organisasi.
2. Susunan Pengurus Paskibra Sekolah
a. Ketua Umum;
b. Ketua 1 dan 2;
c. Sekretaris;
d. Wakil sekretaris;
e. Bendahara;
f. Wakil bendahara;
g. Bidang-bidang (sesuai dengan kebutuhan).
Pasal 3
Pembagian Tugas dan Wewenang
1. Ketua Umum
a. Mengorganisasikan dan mengkoordinasikan kepengurusan secara umum;
b. Dapat menentukan kebijaksanaan pengurus dalam hal mendesak sepanjang dapat
dipertanggungjawabkan;
c. Menandatangani surat-surat baik internal maupun eksetrnal organisasibersama-sama
dengan sekretaris;
36
d. Dapat mendelegasikan wewenangnya kepada seluruh pengurus sesuai dengan
pembagian tugas yang ada;
e. Dalam masalah-masalah tertentu dapat mengambil kebijakan sebagai alternatif terakhir
sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
2. Ketua I dan Ketua II
a. Melaksanakan tugas ketua umum dalam mengorganisasikan dan menkoordinasikan
kegiatan pembinaan organisasi sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan oleh ketua
umum;
b. Bersama-sama ketua umum menetapkan kebijaksanaan organisasi;
c. Memberikan saran kepada ketua umumdalam rangka menetapkan keputusan;
d. Mengantikan ketua umum jika berhalangan;
e. Membantu ketua umum dalam melaksanakan tugasnya;
f. Bertanggung jawab kepada ketuaumum;
g. Membantu ketua umum mengkoordonir beberapa bidang sesuai dengan pembagian tugas
yang diberikan.
3. Sekretaris
f. Bertanggung jawab kepada ketuaumum;
g. Membantu ketua umum mengkoordonir beberapa bidang sesuai dengan pembagian tugas
yang diberikan.
3. Sekretaris
a. Memberikan saran dan masukan kepada ketua umum dalam mengambil keputusan;
b. Mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat;
c. Menginfentarisir surat masuk dan surat keluar;
d. Menyimpan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan;
e. Bersama ketua umum menandatangani setiap surat yang dikeluarkan;
f. Bertanggung jawab atas tertib administrasi organisasi;
g. Mengorganisasikan dan mengkoordinasikan administrasi organisasi secara umum;
h. Pemegang kebijakan umum dalam bidang administrasi organisasi.
37
4. Wakil Sekretaris
a. Aktif membantu pelaksanaan tugas sekretaris;
b. Menggantikan jika sekretaris berhalangan;
c. Membantu ketua 1 dan ketua 2 mengkoordinirbidang-bidang.
5. Bendahara
a. Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan keuangan organisasi secara umum;
b. Bersama-sama ketua umum menentukan kebijakan berkualitas yang
berhubungan dengan keuangan dan pendanaan organisasi;
c. Menandatangani surat-surat yang berhubungan dengan keuangan bersama-sama dengan
ketua umum;
d. Melaporkan pengelolaan keuangan kepada ketua umum secara periodik dalam rapat
evaluasi kinerja pengurus.
6. Wakil Bendahara
a. Aktif membantu pelaksanaan tugasbendahara;
b. Menggantikan jika bendahara berhalangan;
c. Membantu ketua 1 dan ketua 2 mengkoordinirbidang-bidang.
7. Ketua-Ketua Bidang
a. Melaksakan kegiatan bidang yang telah diprogramkan;
b. Memimpin rapat bidang;
c. Menetapkan kebijaksanaan bidang dalam mengambil keputusan berdasarkan
musyawarah untuk mufakat;
d. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan bidang kepada ketua
umum;
e. Bertanggungjawab atas seluruh kegiatan bidang yang menjadi tanggung jawabnya.

Pinterin

0 / 5

Your page rank:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code