Pragmatik Bahasa Indonesia

Pragmatik Bahasa Indonesia

PRAGMATIK

 

 

 

  1. A. MENULIS KARYA ILMIAH

Karya ilmiah adalah tulisan yang membahas ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

 

 

Adapun ciri karya ilmiah yang membedakan dengan karya nonilmiah, yaitu:

  • objektif: memberikan penilaian secara objektif
  • faktual: ditulis berdasarkan fakta
  • sistematis: memiliki sistematika tertentu yang tidak boleh dilanggar (harus ditaati)
  • bermetode: disusun berdasarkan metode ilmiah tertentu
  • cermat dan jujur: masalah yang ditulis harus sesuai dengan kebenarannya
  • aktual: tema yang diangkat haruslah membahas yang terbaru atau memiliki sifat kekinian

 

 

  1. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
  2. Bagian awal

 

Bagian awal terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel/grafiks, dan abstraks.

 

  1. Bagian tengah

Bagian tengah terdiri dari:

  • pendahuluan: latar belakang masalah, perumusan masalah,  ruang lingkup masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematika penulisan
  • pembahasan isi
  • penutup: simpulan dan saran

 

 

  1. Bagian akhir

 

Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.

 

 

  1. b. Penulisan Daftar Pustaka

Aturan penulisan daftar pustaka sebagai berikut:

  • Tidak boleh diberi penomoran baik dengan angka maupun huruf.
  • Disusun berdasarkan alfabet A-Z setelah aturan di bawah ini.
  • Susunan per pustaka dengan ketentuan:

penulis buku (jika lebih dari dua kata dibalik gunakan kata terakhir), tahun penerbitan buku, judul buku (dicetak miring). Kota tempat terbit: nama penerbit.

 

 

Contoh:

 

 

Daftar Pustaka

 

 

 

Arridwan, Yuma. 2008. Menjadi Pelajar. Yogyakarta: Media Perkasa. Astri, Herbina. 2008. Pesona Grafika. Surabaya: Surya Pustaka.

Mulyono,  Iyo.  2011. Cerdas Bahasa  Cerdas Komunikasi  Bahasa  Indonesia  Baku dan

Problematiknya. Bandung: Yrama Widya.

Waluyo, Herman J. 2006.  Apresiasi  Puisi Jakarta:  PT Gramedia

 

 

  1. c. Kutipan

Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau ucapan seseorang (narasumber), baik yang terdapat dalam buku, artikel, maupun media lainnya. Cara-cara mengutip terdiri dari langsung dan tidak langsung.

  1. Mengutip Langsung
  • Kutipan langsung  yang tidak lebih dari empat baris. Jika kita langsung membaca bukunya dan mengutip pendapat pengarangnya, kutipan tersebut diapit dua tanda petik dan bagian akhir ditulis nama belakang pengarang, tahun buku diterbitkan, dan halaman.

 

Contoh:

 

… Banyak faktor yang memengaruhi dalam proses pembelajaran  salah satunya adalah faktor guru. Wina Sanjaya mengatakan “Dalam proses pembelajaran, guru

 

tidak hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajarnya, tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran (manage of learning)”. Menurut dia efektivitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. ( Sanjaya, 2006:52)

 

 

  • Kutipan dengan mengutip pendapat pengarang, tetapi tidak langsung membaca buku pengarang aslinya caranya sebagai berikut:

>       disebutkan terlebih dahulu pendapatnya yang dikutip

>       buku yang dibaca ditulis (dalam pengarang, tahun: halaman)

>       lalu tulislah pendapat tokoh yang kita kutip

 

Contoh:

Kita mengutip pendapatnya Dunkin yang dikutip oleh Sanjaya dan kita mengutip kembali tanpa membaca buku Dunkin, tetapi membaca bukunya Sanjaya.

 

Menurut Dunkin (dalam Sanjaya,  2006:53)  ada sejumlah aspek yang dapat memengaruhi kualitas proses pembelajaran dilihat dari faktor guru, yaitu teacher

formative experience, teacher training experience, dan teacher properties.

 

 

  • Kutipan langsung yang lebih dari empat baris.

>       kutipan  dipisahkan dari karangan aslinya dengan jarak dua spasi (karangan asli berjarak 1,5 spasi)

>       kutipan menjorok 5 sampai 7 ketuk dan jaraknya satu spasi

>       pada akhir kutipan, diberi sumber kutipan (nama belakang pengarang, tahun:

halaman)

 

 

  1. Mengutip Tidak Langsung

Mengutip tidak langsung adalah mengutip pendapat ahli dengan mengambil intisarinya saja kemudian  diolah dengan gaya bahasa kita sendiri.

 

Penulisannya sebagai berikut ini:

  • kutipan dileburkan ke dalam teks
  • tidak menggunakan tanda kutip untuk mengapitnya
  • jarak antara barisnya 1,5 spasi seperti teks lainnya
  • diakhiri dengan nama belakang pengarang, tahun buku diterbitkan: halaman dalam tanda kurung.

 

Contoh:

 

Meski merupakan  suatu yang kontroversial, lebih-lebih  dari segi agama,  sihir, atau tenung, bahkan sangat dipercaya oleh sebagian orang. Dalam masyarakat Jawa, sihir seperti dikatakan Geerzt, sihir dijumpai dalam praktik pengobatan oleh orang yang ahli di bidangnya, seperti dukun. (Geerzt, 1983:144)

 

  1. c. Grafik dan Tabel
  2. Grafik

Grafik adalah gambaran perkembangan data yang garis atau bagannya bisa naik, turun, atau stagnan. Garis atau gambar berbentuk vertikal dan horizontal.

Grafik dapat melukiskan dan mengintisarikan hubungan antara data statistik dengan bagian-bagian yang lain dengan singkat,  sederhana, masif,  dan komprehensif. Grafik dapat dikatakan juga sebuah bentuk penyajian visual yang dipakai untuk membandingkan jumlah data pada saat- saat yang berbeda.

 

Contoh:

 

Grafik Persentase Kemunculan Soal Bahasa Indonsia

SIMAK UI Tahun 2009 – 2010

 

 

40

35

30

25

20

15

10

5

0

 

paragraf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

morfologi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sintaksis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

semantik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EYD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pragmatik

 

 

 

 

2009

 

1010 rata-rata

 

 

 

 

  1. Tabel

Tabel adalah daftar berisikan intisari berupa baris dan kolom yang memuat kata- kata atau angka yang disusun secara teratur dengan diberi pembatas, sehingga dapat disimak dengan mudah. Tabel juga dapat memberikan referensi secara cepat dan akurat.

 

Contoh:

 

Tabel Persentase Kemunculan Soal Bahasa Indonesia

SNMPTN Tahun 2009 – 2010

 

No Materi 2009 2010
1 Paragraf 60 40
2 Morfologi 8.9 6.7
3 Sintaksis 11 13
4 Semantik 0 0
5 EYD 0 6.7
6 Pragmatik 20 33
  Total 100 100

 

Saran membaca  grafik dan tabel:

  • Bacalah terlebih dahulu judulnya dengan cermat karena judul memberikan informasi atau gambaran secara umum tentang keseluruhan yang disampaikan.
  • Bacalah keterangan yang terdapat di bagian atas, bagian sisi, atau bagian bawah grafik atau tabel.  Keterangan merupakan penjelasan penting tentang data yang disampaikan.
  • Jika ada simbol atau lambang di dalam grafik atau tabel, pahamilah simbol tersebut dengan baik agar dapat memahami informasi secara utuh.

 

 

 

Pinterin

0 / 5

Your page rank:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code