Rangkuman Materi IPA kelas 9 Bab 2

Guru Madrasah

Rangkuman Materi IPA kelas 9 Bab 2

Sistem Reproduksi Pada Hewan dan Tumbuhan

Reproduksi pada Tumbuhan

Tumbuhan dapat dikategorikan kedalam beberapa kelompok besar, yaitu tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae), tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae), tumbuhan paku (pteridophyta), lumut (bryophyta).

Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

Angiospermae adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam  bakal buah (ovarium).

Bakal buah adalah bagian putik yang membesar yang tersusun oleh daun buah (karpel).

Reproduksi pada tumbuhah angiospermae ada dua macam yaitu aseksual (vegetatif) dan seksual (Generatif).

Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif pada tumbuhan angiospermae dapat dibagi menjadi dua besar yaitu alami dan buatan.

Secara alami dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu: rizhoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif daun.

Rizhoma adalah batang yang ada di dalam tanah. Contoh tumbuhan: jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak.

Stolon adalah batang tumbuhan yang menjalar diatas tanah. Stolon disebut juga geragih.

Umbi lapis adalah daun yang terlihat berlapis-lapis. Contoh tumbuhan: bawang merah dan bawang putih.

Umbi batang adalah tumbuhan yang mengalami pembengkakan pada batang di dalam tanah. Contoh tumbuhan: kentang.

Kuncup adventif daun adalah kuncup yang terdapat pada tepi daun. Contoh tumbuhan: cocor bebek.

Sedangkan secara buatan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu: cangkok, merunduk, menyambung (enten), menempel (okulasi), dan stek.

Cangkok adalah kegiatan dengan mengelupas kulit suatu tangkai tanaman berkayu, kemudian dibalut dengan tanah dan dibungkus dengan sabut kelapa, sehingga tumbuh akar. Contoh tumbuhan: mangga, rambutan, kelengkeng.

Merunduk adalah membenamkan tangkai tanaman ke tanah, sehingga bagian akar yang tertanam dalam tanah tumbuh akar. Contoh tumbuhan: Alamanda.

Menyambung (enten) adalah dengan memotong suatu batang tanaman lalu disambung dengan batang tanaman lain yang sejenis yang berbeda sifat. Contoh tumbuhan: terong, bunga kertas.

Menempel (okulasi) adalah kegiatan menempelkan mata tunas yang ada pada kulit tanaman pada batang tanaman lain yang sejenis. Contoh tumbuhan: jeruk.

Setek adalah memotong suatu bagian tanaman dan kemudian ditanam untuk menghasilkan individu baru. Contoh tumbuhan: Bunga mawar, cocor bebek, tebu.

Reproduksi Generatif

Reproduksi generatif pada angiospermae terjadi pada bunga.

Reproduksi terjadi melalui proses penyerbukan (Polenasi), pembuahan (Fertilisasi), penyebaran biji, dan perkecambahan.

Penyerbukan adalah proses jatuhnya benang sari diatas kepala putik.

Proses penyerbukan dibantu oleh:

  • Angin (Anemogami)
  • Serangga (Entomogami)
  • Burung (Ornitogami)
  • Kelelawar (Kiropterogami)
  • Manusia (Antropogami)

Penyebaran biji dibantu oleh beberapa perantara, diantaranya:

  • Angin (Anemokori)
  • Air (Hidrokori)
  • Hewan (Zookori), dibagi menjadi 4 yaitu: entomokori, kiropterokori, ornitokori, mammokori.
  • Serangga (Antropokori)

Perkecambahan adalah ketika biji mulai tumbuh menjadi tumbuhan baru. Sebelum biji tumbuh ada tahapan bernama Dormansi. Dormansi adalah peristiwa dimana biji mengalami masa istirahat.

Siklus Hidup Angiospermae.

Selama hidupnya tumbuhan angiospermae melalui dua tahapan generasi, yaitu gametofit dan sporofit.

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae

Tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki reproduksi vegetatif, hanya generatif.

Gymnospermae memiliki alat reproduksi yang disebut strobilus.

Pada tumbuhan pinus dan melinjo terdapat dua jenis strobilus pada satu pohon yaitu strobilus jantan dan strobilus betina.

Reproduksi Tumbuhan Paku

Untuk memahami siklus hidup tumbuhan paku dapat melihat gambar dibawah ini:

siklus hidup tumbuhan paku

Reproduksi Tumbuhan Lumut

Untuk memahami siklus hidup tumbuhan lumut dapat melihat gambar dibawah ini:

siklus hidup tumbuhan lumut

Tumbuhan lumut mengalami reproduksi aseksual melalui kuncup atau gemmae dan melakukan fragmentasi.

Reproduksi Pada Hewan

Reproduksi pada hewan dibagi menjadi dua yaitu:

  • Aseksual
  • Seksual

Untuk memahami materi ini, yuk kita bahas lebih jauh!

Reproduksi Aseksual pada Hewan

Reproduksi aseksual pada hewan layaknya pada tumbuhan, yaitu menggunakan bagian tubuhnya sendiri.

Ada 3 macam reproduksi aseksual pada hewan yaitu:

  • Membentuk tunas
  • Fragmentasi
  • Partenogenesis

Membentuk Tunas

Reproduksi aseksual dengan cara membentuk tunas untuk menghasilkan keturunan.

Contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan cara ini adalah:

  • Hydra sp.,
  • Porifera,
  • dan Coelenterata

Fragmentasi

Reproduksi melalui fragmentasi ada dua tahapan, yaitu:

  • Fragmentasi
  • Regenerasi

Fragmentasi yaitu pematahan atau pemotongan tubuh induk menjadi dua bagian atau lebih.

Regenerasi yaitu setiap potongan tubuh induk tersebut membentuk bagian tubuh lain yang tidak ada pada bagian tersebut.

Sehingga pada akhirnya setiap potongan tubuh tersebut akan membentuk individu baru dengan bagian tubuh yang lengkap seperti induknya.

Contoh hewan yang melakukan fragmentasi adalah Planaria.

Partenogenesis

Partenogenesis adalah bentuk reproduksi aseksual pada hewan dimana betina memproduksi sel telur yang berkembang tanpa melalui proses fertilisasi.

Partenogenesis secara alami dapat terjadi pada hewan seperti:

  • lebah,
  • semut,
  • tawon,
  • kutu daun,
  • dan kutu air.

Reproduksi Seksual pada Hewan

Reproduksi seksual terjadi melalui proses perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina.

Melalui proses ini akan terjadi proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel sperma dan inti sel telur.

Fertilisasi dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Fertilisasi internal
  • Fertilisasi eksternal

Fertilisasi Internal

Fertilisasi internal terjadi apabila proses peleburan antara inti sel telur dan inti sel sperma terjadi di dalam tubuh hewan betina.

Contoh hewan yang melakukan fertilisasi secara internal antara lain:

  • sapi,
  • ayam,
  • kura-kura,
  • buaya,
  • dan lain-lain.

Fertilisasi Eksternal

Fertilisasi eksternal terjadi apabila proses peleburan antara sel telur dan sel sperma terjadi di luar tubuh hewan betina.

Contoh hewannya adalah ikan.

Macam-Macam Reproduksi Seksual pada Hewan

Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang bereproduksi secara seksual dibagi menjadi tiga jenis:

  • Hewan Vivipar
  • Hewan Ovipar
  • Hewan Ovovivipar

Hewan Vivipar

Hewan vivipar disebut juga hewan beranak.

Hewan ini memiliki embrio yang berkembang di dalam rahim induk betinanya dan akan dilahirkan pada saat umurnya sudah mencukupi.

Hewan vivipar berkembangbiak dengan cara melahirkan.

Contoh hewan vivipar:

  • Sapi
  • Kucing
  • Kuda
  • dll

Hewan Ovipar

Hewan ovipar disebut juga dengan hewan bertelur.

Hewan ini embrionya berkembang di dalam telur.

Jadi hewan ovipar berkembangbiak dengan cara bertelur.

Contoh hewannya :

  • Burung
  • Ayam
  • Bebek

Hewan Ovovivipar

Hewan ovovivipar disebut juga hewan bertelur dan beranak.

Embrio hewan yang tergolong ovovivipar sebenarnya berkembang di dalam telur, tetapi embrio tidak dikeluarkan dalam bentuk telur seperti pada hewan ovipar.

Telur tetap berada di dalam tubuh induk betina.

Setelah umur embrio cukup untuk dilahirkan, telur akan menetas di dalam tubuh induk dan kemudian anaknya dilahirkan.

Contoh dari hewan ovovivipar antara lain kadal dan sebagian jenis ular.

Siklus Hidup Hewan

Hewan memiliki siklus hidup, yaitu:

  • Tahap Vegetatif
  • Tahap Generatif
  • Tahap Vegetatif dan Generatif

Tidak semua mengalami tahapan yang sama!

Ada yang hanya vegetatif saja, ada yang generatif saja, atau ada yang keduanya

Berikut ini beberapa contoh siklus hidup hewan:

siklus hidup ubur ubur
metamorfosis katak

Teknologi Reproduksi pada Hewan

Ada teknologi reproduksi pada hewan yaitu Inseminasi Buatan (Kawin Suntik).

Inseminasi buatan ini dilakukan dengan cara me masukkan sperma (semen) yang telah dibekukan dengan menggunakan alat seperti suntikan.

Kelangsungan Hidup Hewan dan Tumbuhan

Ada beberapa cara makhluk hidup menjaga kelangsungan hidupnya, seperti:

  • Adaptasi
  • Seleksi alam

Yuk kita bahas lebih detil!

Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Adaptasi pada hewan dan tumbuhan tentu berbeda.

Yuk kita perhatikan perbedaannya!

Adaptasi pada Hewan

Adaptasi pada hewan dibagi menjadi 3:

  • Adaptasi untuk Memperoleh Energi
  • Adaptasi Fisik
  • Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi untuk Memperoleh Energi

Melalui proses adaptasi, hewan memiliki kemampuan yang berbeda dalam memperoleh makanan, memakan dan mencerna makanan.

Sehingga hewan dibagi menjadi tiga macam:

  • Herbivora
  • Karnivora
  • Omnivora

Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan, contohnya rusa, beberapa ikan, kambing, banteng, dan serangga.

Karnivora adalah hewan pemakan daging, contohnya harimau, elang, burung pemakan bangkai.

Omnivora adalah hewan pemakan segala, contohnya ayam, beruang dan rakun.

Adaptasi Fisik

Beberapa spesies hewan yang merupakan mangsa dari predator memiliki bentuk fisik yang memungkinkan mereka terhindar dari predator.

Sebagai contoh yaitu hewan yang mampu untuk melakukan mimikri.

Mimikri adalah salah satu kemampuan hewan dari hasil adaptasi, dimana suatu hewan memiliki kemiripan dengan hewan lain secara tingkah laku maupun penampilan.

Contoh hewan yang mampu melakukan mimikri yaitu Ular scarlet king, belalang, bunglon.

Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku memungkinkan hewan untuk menangkap mangsa ataupun untuk menghindari predator.

Bahan kimia merupakan bahan yang sering digunakan oleh beberapa hewan untuk menghindar dari predator.

Beberapa semut dan kumbang mengeluarkan cairan berbau tidak enak.

Ketika cumi dan gurita merasa terancam, hewan tersebut dapat menyemburkan tinta sehingga dapat melepaskan diri dari predator.

Adaptasi pada Tumbuhan

Adaptasi yang dilakukan oleh tumbuhan yaitu:

  • perlindungan dan penyokong,
  • substansi tambahan pada dinding sel,
  • dan adaptasi pada reproduksi.

Seleksi Alam

Seleksi alam terjadi karena adanya mangsa dan predator.

Dimana predator akan berusaha untuk mencari mangsa, dan mangsa berusaha melindungi diri dari predator.

Pada akhirnya yang terkuatlah yang bertahan pada seleksi alam.