Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Bab 3

Guru Madrasah

Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Bab 3

Keunggulan,Keterbatasan Antarruang,dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Ekonomi,Sosial,Budaya di Indonesia dan ASEAN

A.Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Permintaan, Penawaran, dan Teknologi

Kita semua tahu bahwa kebutuhan manusia itu bermacam-macam dan selalu bertambah baik jumlah maupun kualitasnya.

Tentunya barang yang kita konsumsi berbeda dengan barang yang dikonsumsi orang lain.

Hal itu menunjukkan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia berbeda-beda dan beraneka macam.

Barang dan jasa yang dibutuhkan manusia sebagian besar dihasilkan oleh manusia, dan hanya sebagian kecil yang disediakan langsung oleh alam.

Oleh karena itu, manusia harus melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang biasa disebut dengan istilah produksi.

Setiap daerah tentu memiliki sumber daya alam yang berbeda.

Salah satu yang menjadi alasan adanya interaksi antarruang adalah perbedaan potensi dan sumber daya alam yang dimiliki.

Perbedaan potensi daerah ini juga menyebabkan perbedaan keunggulan masing-masing daerah.

Selain menjadi sebuah keunggulan, hal tersebut menjadi seperti bumerang untuk daerah itu sendiri.

Karena meskipun unggul dalam satu sumber daya alam, setiap daerah memiliki keterbatasan akan sumber daya alam lainnya.

Maka disini terjadilah interaksi antarruang.

Sumber Daya Alam di Indonesia

Tidak ada salahnya kita pelajari sumber daya alam yang ada di Indonesia tercinta ini.

Karena memang termasuk dalam materi ini juga sih, karena kita harus tahu keunggulan masing-masing daerah sehingga dapat menentukan keterbatasan daerah tersebut juga.

Berikut ini adalah jenis sumber daya alam di setiap provinsi di Indonesia.

Sumber Daya Alam di Aceh

Sumber daya alam yang tersedia di Aceh antara lain:

  • Semen Andalas
  • Pupuk AAF
  • Minyak
  • Emas
  • Perak

Sumber Daya Alam di Sumatra Utara

Sumber daya alam yang tersedia di Sumatra Utara antara lain:

  • Minyak bumi
  • Kertas
  • Tekstil
  • Ban mobil

Sumber Daya Alam di Sumatra Barat

Sumber daya alam yang tersedia di Sumatra Barat antara lain:

  • Semen
  • Tenun
  • Timah
  • Batu bara
  • Granit

Sumber Daya Alam di Riau

Sumber daya alam yang tersedia di Riau adalah:

  • Minyak bumi
  • emas
  • perak
  • bauksit
  • kertas

Sumber Daya Alam di Kepulauan Riau

Sumber daya alam yang tersedia di Kepulauan Riau adalah:

  • Batu bara

Sumber Daya Alam di Jambi

Sumber daya alam yang tersedia di Jambi adalah:

  • Batubara
  • emas
  • minyak bumi
  • karet

Sumber Daya Alam di Sumatra Selatan

Sumber daya alam yang tersedia di Sumatra Selatan adalah:

  • Minyak bumi
  • batubara
  • karet
  • pupuk polipropilen

Sumber Daya Alam di Bangka Belitung

Sumber daya alam yang tersedia di Bangka Belitung adalah:

  • timah

Sumber Daya Alam di Bengkulu

Sumber daya alam yang tersedia di Bengkulu adalah:

  • Emas
  • Perak
  • Batu Bara

Sumber Daya Alam di Lampung

Sumber daya alam yang tersedia di Lampung adalah:

  • Emas
  • Pupuk
  • Kopi
  • Sapi Potong

Sumber Daya Alam di Jakarta

Sumber daya alam yang tersedia di Jakarta adalah:

  • Pupuk
  • TSP
  • Tekstil
  • Kayu Lapis
  • Susu
  • Logam
  • Benang

Sumber Daya Alam di Jawa Barat

Sumber daya alam yang tersedia di Jawa Barat adalah:

  • Minyak
  • Teh
  • Susu
  • Sutra alam
  • Baterai
  • Kertas
  • Semen
  • Beras
  • Pupuk

Sumber Daya Alam di Banten

Sumber daya alam yang tersedia di Banten adalah:

  • Minyak
  • Baja
  • Pipa
  • Semen

Sumber Daya Alam di Jawa Tengah

Sumber daya alam yang tersedia di Jawa Tengah adalah:

  • Semen
  • Pupuk
  • Kertas
  • Kayu Lapis
  • Perkapalan

Sumber Daya Alam di Yogyakarta

Sumber daya alam yang tersedia di Yogyakarta adalah:

  • Batik
  • Rokok
  • Cerutu
  • Emas
  • Perak
  • Kosmetik

Sumber Daya Alam di Jawa Timur

Sumber daya alam yang tersedia di Jawa Timur adalah:

  • Semen
  • Kertas
  • Pupuk
  • Kaca

Sumber Daya Alam di Bali

Sumber daya alam yang tersedia di Bali adalah:

  • Tenun

Sumber Daya Alam di Nusa Tenggara Timur

Sumber daya alam yang tersedia di NTT adalah:

  • Semen Kupang
  • Mangan
  • Minyak Cendana

Sumber Daya Alam di Nusa Tenggara Barat

Sumber daya alam yang tersedia di NTB adalah:

  • Emas
  • Perak
  • Mangan

Sumber Daya Alam di Kalimantan Barat

Sumber daya alam yang tersedia di Kalimantan Barat adalah:

  • Bauksit
  • Intan
  • Minyak Kelapa
  • Rotan
  • Karet

Sumber Daya Alam di Kalimantan Tengah

Sumber daya alam yang tersedia di Kalimantan Tengah adalah:

  • Minyak Kelapa
  • Minyak Bumi
  • Intan
  • Karet
  • Rotan

Sumber Daya Alam di Kalimantan Selatan

Sumber daya alam yang tersedia di Kalimantan Selatan adalah:

  • Batu Bara
  • Intan
  • Bijih Besi
  • Rotan

Sumber Daya Alam di Kalimantan Timur

Sumber daya alam yang tersedia di Kalimantan Timur adalah:

  • Kayu Lapis
  • Gas
  • Minyak Bumi
  • Kristal
  • Timah

Sumber Daya Alam di Kalimantan Utara

Sumber daya alam yang tersedia di Kalimantan Utara adalah:

  • Minyak
  • Gas
  • Kelautan
  • Tambang
Sumber Daya Alam di Sulawesi Utara

Sumber daya alam yang tersedia di Sulawesi Utara adalah:

  • Minyak Kelapa
  • Emas
  • Marmer
  • Mangan
  • Gips
  • Kayu

Sumber Daya Alam di Sulawesi Tengah

Sumber daya alam yang tersedia di Sulawesi Tengah adalah:

  • Emas
  • Bijih Besi
  • Nikel
  • Mika

Sumber Daya Alam di Sulawesi Tenggara

Sumber daya alam yang tersedia di Sulawesi Tenggara adalah:

  • Nikel
  • Minyak Kelapa
  • Aspal
  • Kapur

Sumber Daya Alam di Gorontalo

Sumber daya alam yang tersedia di Gorontalo adalah:

  • Emas
  • Tembaga
  • Tekstil
  • Kayu

Sumber Daya Alam di Maluku

Sumber daya alam yang tersedia di Maluku adalah:

  • Emas
  • Minyak Bumi
  • Minyak Kayu Putih

Sumber Daya Alam di Maluku Utara

Sumber daya alam yang tersedia di Maluku Utara adalah:

  • Minyak Bumi
  • Nikel
  • Minyak Kayu Putih
  • Asbes

Sumber Daya Alam di Papua Barat

Sumber daya alam yang tersedia di Papua Barat adalah:

  • Minyak Bumi
  • Kayu Gelondong
  • Kayu Lapis
  • Emas
  • Perak
  • Alumunium
  • Asbes
  • Tembaga

Sumber Daya Alam di Papua

Sumber daya alam yang tersedia di Papua adalah:

  • Tembaga
  • Minyak Bumi
  • Kayu Lapis
  • Marmer
  • Alumunium
  • Asbes
  • Kayu gelondong

B.Pelaku Ekonomi

Pengertian Pelaku Ekonomi

Pelaku ekonomi adalah orang atau lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi.

Pelaku ekonomi dibagi menjadi empat macam yaitu:

  • rumah tangga keluarga atau disebut rumah tangga konsumen
  • rumah tangga perusahaan atau disebut rumah tangga produsen
  • rumah tangga pemerintah
  • rumah tangga luar negeri

Lalu apa hubungan pelaku ekonomi diatas terhadap perekonomian?

Peran Pelaku Ekonomi dalam Perekonomian

Rumah Tangga Keluarga

Rumah tangga keluarga adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Rumah tangga keluarga memiliki dua peran, yaitu :

  • sebagai konsumen
  • sebagai penyedia faktor produksi

Faktor produksi disini antaralain:

  • penyediaan lahan
  • tenaga kerja
  • modal
  • keahlian

Ketika konsumen membeli barang dan jasa dari produsen, konsumen berkewajiban membayar barang dan jasa yang diterima.

Bayar darimana? Ya dari pendapatan dong!

Pendapatan rumah tangga keluarga terdiri atas:

  • Sewa (rent), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah menyewakan tanahnya kepada perusahaan.
  • Upah (wage), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi.
  • Bunga (interest), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi.
  • Laba/keuntungan (profit), yaitu balas jasa yang diterima rumah tangga keluarga karena telah memberikan kontribusi berupa tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan memperoleh laba.

Rumah Tangga Perusahaan

Rumah tangga perusahaan adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai penyedia barang dan jasa bagi konsumen.

Rumah tangga perusahaan di Indonesia dikelompokkan menjadi:

  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  • Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
  • Koperasi

Peran pertama dari rumah tangga perusahaan adalah memproduksi barang atau jasa.

Rumah tangga perusahaan ini erat kaitannya secara langsung dengan rumah tangga keluarga.

Ya simpel nya ibarat jual dan beli gitu deh

Berikut diagramnya:

hubungan produsen dan konsumen

Rumah Tangga Pemerintah

Pemerintah memiliki tiga peran penting, yaitu :

  • sebagai regulator
  • sebagai konsumen
  • sebagai produsen

Pemerintah sebagai regulator adalah pemerintah mengatur perekonomian negara yang dipimpinnya agar menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata.

Pemerintah sebagai konsumen adalah pemerintah membeli barang dari rumah tangga perusahaan seperti membeli printer, kertas, dll yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Pemerintah sebagai produsen adalah pemerintah menghasilkan suatu barang atau jasa. Contoh nyatanya ya BUMN.

Rumah Tangga Luar Negeri

Indonesia meskipun memiliki kekayaan alam melimpah tetap membutuhkan negara lain.

Peran masyarakat luar negeri dalam perekonomian terlihat nyata dalam perdagangan internasional.

Terjadi proses ekspor dan impor disini.

Ekspor adalah pengiriman barang dagangan ke luar negeri.

Impor adalah pemasukan barang dari luar negeri.

Contohnya kita ekspor tekstil ke Jepang dan kita impor kendaraan bermotor dari Jepang.

Disini terjadi simbiosis mutualisme

Itu hanya sebagai contoh saja, pada faktanya banyak sekali hubungan kita dengan negara lain terutama dalam perdagangan.

C.Perdagangan Antardaerah, Antarpulau, Perdagangan Internasional

Perdagangan dan Perdagangan Antardaerah dan Antarpulau

Pengertian Perdagangan dan Perdagangan Antardaerah dan Antarpulau

Perdagangan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa berdasarkan kesepakatan bersama tanpa ada unsur pemaksaan.

Perdagangan antardaerah dan antarpulau adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk atau lembaga suatu daerah atau pulau dengan penduduk atau lembaga suatu daerah atau pulau lain dalam satu batas wilayah negara atas dasar kesepakatan bersama.

Tujuan Perdagangan Antardaerah dan Antarpulau

Berikut ini adalah beberapa tujuan  perdagangan antardaerah dan antarpulau:

  • Memperoleh keuntungan
  • Memperluas jangkauan pasar

Faktor Pendorong Perdagangan Antardaerah dan Antarpulau

Berikut ini adalah beberapa faktor pendorong perdagangan antardaerah dan antarpulau:

  • Perbedaan hasil produksi
  • Perbedaan tingkat harga

Manfaat Perdagangan Antardaerah dan Antarpulau

Sedangkan manfaatnya adalah:

  • Menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan bagi konsumen
  • Meningkatkan produktivitas
  • Memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat

Perdagangan Internasional

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat suatu negara dengan masyarakat negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

Ruang Lingkup Perdagangan Internasional

Ruang lingkup perdagangan internasional berkaitan dengan beberapa kegiatan, yaitu:

  • Perpindahan barang dan jasa dari suatu negara ke negara yang lain.
  • Perpindahan modal melalui investasi asing dari luar negeri ke dalam negeri.
  • Perpindahan tenaga kerja dari suatu negara ke negara lain.
  • Perpindahan teknologi dengan mendirikan pabrik-pabrik di negara lain.
  • Penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar.

Aktivitas Perdagangan Internasional

Perbedaan Ekspor dan Impor

Dalam aktivitas perdagangan Internasional dikenal istilah ekspor dan impor.

Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau produk ke luar negeri.

Pelaku ekspor ini disebut eksportir.

Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri.

Seseorang atau badan yang melakukan impor disebut importir.

Manfaat Ekspor

Mengapa pemerintah mendorong pasar Indonesia untuk melakukan kegiatan ekspor?

Ada beberapa manfaat ekspor yaitu:

  • Memberi Kemudahan Kepada Produsen Barang Ekspor
  • Menjaga Kestabilan Nilai Tukar Rupiah
  • Membuat Perjanjian Dagang Internasional
  • Meningkatkan Promosi

Faktor pendorong ekspor

Ada beberapa faktor yang mendorong kegiatan ekspor, yaitu:

  • Keadaan Pasar Luar Negeri
  • Keuletan Eksportir untuk Menangkap Peluang Pasar
  • Kondisi Sosial, Ekonomi, Politik Suatu Negara

Manfaat Perdagangan Internasional

Menurut Sadono Sukirno (2010), manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut:

  • Memperoleh Keuntungan
  • Memperoleh Barang yang Tidak Dapat Diproduksi di dalam Negeri
  • Menjalin Persahabatan Antarnegara
  • Transfer Teknologi Modern

Faktor-Faktor yang Mendorong Perdagangan Internasional

Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya:

  • Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
  • Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
  • Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi.
  • Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
  • Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
  • Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik, dan dukungan dari negara lain.
  • Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

Perbedaan dalam Perdagangan Internasional dengan Perdagangan Antarpulau

Ada tiga perbedaan dalam perdagangan internasional dengan perdagangan antarpulau, yaitu:

  • Peluang Perdagangan yang Lebih Luas
  • Adanya Kedaulatan Bangsa
  • Penggunaan Kurs Tukar

D.Penguatan Ekonomi Maritim dan Agrikultur di Indonesia

Penguatan Ekonomi Maritim

Untuk mendukung ketersediaan komoditas perdagangan antarnegara/internasional perlu upaya peningkatan ekonomi maritim.

Sebab, sektor ini merupakan unggulan yang dimiliki Indonesia.

Potensi Ekonomi Maritim Indonesia

Ekonomi kelautan (marine economy) merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan di wilayah pesisir dan lautan serta di darat yang menggunakan sumber daya alam (SDA) dan jasa-jasa lingkungan kelautan untuk menghasilkan barang dan jasa.

Ekonomi maritim (maritime economy) merupakan kegiatan ekonomi yang mencakup transportasi laut, industri galangan kapal dan perawatannya, pembangunan dan pengoperasian pelabuhan beserta industri dan jasa terkait.

Salah satu contoh kekayaan bawah laut negara kita adalah rumput laut.

Rumput laut merupakan kekayaan sekaligus keindahan bawah laut untuk menarik wisatawan, baik asing maupun lokal.

Beberapa daerah memiliki keindahan bawah laut yang sudah sangat mendunia dan menjadi spot
menyelam yang wajib dikunjungi para penyelam (divers), seperti:

  • Bunaken
  • Raja Ampat
  • Labuan Bajo
  • Wakatobi

Kondisi Ekonomi Maritim di Indonesia

Pembangunan di bidang kelautan diarahkan untuk mencapai empat tujuan, yakni:

  • Pertumbuhan ekonomi tinggi secara berkelanjutan.
  • Peningkatan kesejahteraan seluruh pelaku usaha, khususnya para nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat kelautan lainnya yang berskala kecil.
  • Terpeliharanya kelestarian lingkungan dan sumber daya kelautan.
  • Menjadikan laut sebagai pemersatu dan tegaknya kedaulatan bangsa.

Kondisi ekonomi maritim di Indonesia, dilihat dari:

  • Sektor Pelayaran
  • Sektor Perikanan
  • Sektor Pariwisata Bahari

Strategi dan Kebijakan Pengembangan Ekonomi Maritim di Indonesia

Strategi dan kebijakan pengembangan ekonomi maritim di Indonesia mengalami kemajuan yang ditandai dengan perubahan paradigma pembangunan nasional, dari pembangunan berbasis daratan (land-based development) menjadi pembangunan berbasis kelautan (ocean-based development).

Hal ini akan memacu berbagai produk kebijakan publik, infrastruktur, dan sumber daya finansial yang terintegrasi menunjang pembangunan kelautan.

Bentuk kebijakan lain di bidang ekonomi maritim adalah dalam menyambut ASEAN Connectivity, Indonesia menyiapkan lima pelabuhan besar.

Lima pelabuhan yang dimaksud adalah:

  • Pelabuhan Belawan di Sumatra Utara
  • Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta
  • Pelabuhan di Surabaya
  • Pelabuhan di Makassar
  • Pelabuhan di Kalimantan

Penguatan Agrikultur di Indonesia

Pengertian

Agrikultur adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, sumber energi, atau untuk mengelola lingkungan hidupnya.

Ekonomi agrikultur adalah upaya peningkatan perekonomian dengan memberdayakan sektor pertanian.

Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam agrikultur biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman, bercocok tanam, atau pembesaran hewan ternak.

Potensi Agrikultur di Indonesia

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya alam yang banyak untuk produk pertanian.

Di bidang tanaman pangan, Indonesia memiliki tanaman unggul, seperti:

  • padi
  • kedelai
  • kacang tanah
  • ubi kayu
  • dll

Sektor pertanian menyerap 35.9% dari total angkatan kerja di Indonesia dan menyumbang 14.7% bagi pendapatan nasional Indonesia (BPS: 2012).

Peran Agrikultur di Indonesia

Pembangunan agrikultur atau pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain:

  • potensi sumber daya alam yang besar dan beragam
  • pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar
  • besarnya pangsa terhadap ekspor nasional
  • besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini
  • perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan

Hambatan Pengembangan Agrikultur di Indonesia

Pengembangan di bidang agrikultur di Indonesia mempunyai beberapa hambatan, antara lain sebagai berikut:

  • Skala usaha pertanian pada umumnya relatif kecil;
  • Modal terbatas;
  • Penggunaan teknologi masih sederhana;
  • Sangat dipengaruhi musim;
  • Pada umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga;
  • Akses terhadap kredit, teknologi, dan pasar rendah;
  • Pasar hasil pertanian sebagian besar dikuasai oleh pedagang-pedagang besar sehingga akan merugikan petani;
  • Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian;
  • Kurangnya penyediaan benih yang bermutu bagi petani.

Strategi Pengembangan Agrikultur di Indonesia

Beberapa strategi yang dapat dilakukan pemerintah dalam mengembangkan agrikultur di Indonesia antara lain:

  • Ekofarming
  • Distribusi Pupuk Secara Merata
  • Perbaikan Irigasi

E.Redistribusi Pendapatan Nasional

Pengertian Redistribusi Pendapatan

Redistribusi pendapatan adalah pendistribusian kembali pendapatan masyarakat kelompok kaya kepada masyarakat kelompok miskin baik berasal dari pajak ataupun pungutan-pungutan lain.

Redistribusi pendapatan dilakukan sebagai salah satu bentuk jaminan sosial yang dilakukan negara kepada masyarakat.

Jenis Redistribusi Pendapatan

Redistribusi pendapatan ada dua jenis yaitu:

  • Vertikal
  • Horizontal

Redistribusi vertikal

Redistribusi vertikal menunjuk pada transfer uang dari orang kaya ke orang miskin.

Di sini, jaminan sosial merupakan bentuk dukungan warga masyarakat yang kuat kepada warga masyarakat yang lemah secara ekonomi.

Redistribusi horizontal

Redistribusi horizontal adalah transfer uang “antar-kelompok”, yaitu dari kelompok satu ke kelompok lain.

Redistribusi horizontal dapat pula bersifat “antar-pribadi”, yakni dari satu siklus kehidupan seseorang ke siklus lainnya.

Program Redistribusi untuk Pemerataan Distribusi Pendapatan di Indonesia

Program-program pemerintah dalam pemerataan distribusi pendapatan di Indonesia dapat diaplikasikan pada program-program berikut ini:

  • Program Pemberian Jaminan Akses Kebutuhan Dasar bagi Rakyat Bawah
  • Program Kredit Lunak dan Penjaminan Kredit Berbasis Komunitas
  • Pengembangan Usaha atau Industri Kecil
  • Pemerintah Bekerja Sama dengan Swasta Lokal dan Asing untuk Menjalankan Program Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Pemerintah Konsisten dalam Mewujudkan Kebijakan Penegakan Hukum dan Keadilan Ekonomi

Alternatif Praktik Redistribusi Pendapatan di Indonesia

Pemerintah sebagai pembuat kebijakan telah mengusahakan beberapa hal terkait dengan alternatif pendistribusian pendapatan, yaitu sebagai berikut:

  • Subsidi
  • Pengenaan pajak