Rangkuman Materi PPKN Kelas 7 Bab 6

Guru Madrasah

Rangkuman Materi PPKN Kelas 7 Bab 6

A. Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1. Perjuangan Menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjuangan berarti usaha secara sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu.

Perjuangan puncak menuju NKRI adalah ketika golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok.

Akhirnya golongan tua sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dan segera menyusun naskah proklamasi.

naskah asli proklamasi

Naskah tersebut diketik oleh Sayuti Melik.

Naskah proklamasi dibacakan oleh Ir.Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, hari Jumat pukul 10.00 WIB, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.

Proklamasi Kemerderkaan bagi bangsa Indonesia memiliki makna yang dapat ditelaah dari beberapa aspek yaitu:

  • Aspek Hukum
  • Aspek Historis
  • Aspek Sosiologis
  • Aspek Kultural
  • Aspek Politis
  • Aspek Spiritual

2. Pengertian Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasal 18, 18A, 18B menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kesatuan dengan sistem pemerintahan daerah yang berasaskan desentralisasi, dekosentrasi, dan tugas pembantuan.

MPR menyatakan ada 7 (tujuh) prinsip yang menjadi paradigma dan arah politik pasal 18, 18A dan 18B yaitu:

  • Prinsip daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.
  • Prinsip menjalankan otonomi seluas-luasnya.
  • Prinsip kekhususan dan keragaman daerah.
  • Prinsip mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya.
  • Prinsip mengakui dan menghormati pemerintah daerah yang bersifat khusus dan istimewa.
  • Prinsip badan perwakilan dipilih langsung dalam suatu pemilihan umum.
  • Prinsip hubungan pusat dan daerah dilaksanakan secara selaras dan adil.

B. Peran Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

1. Peran Daerah dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan rakyat di seluruh wilayah Indonesia.

Kedatangan bangsa Portugis, Belanda, dan Jepang yang diteruskan dengan penjajahan, mendapat perlawanan dari bangsa Indonesia.

Beberapa contoh perlawanan ketika jaman Portugis:

  • Perlawanan Rakyat Maluku dipimpin oleh Sultan Harun
  • Perlawanan Rakyat Demak dipimpin oleh Pati Unus
  • Perlawanan Sunda Kelapa dipimpin oleh Falatehan

Beberapa contoh perlawanan ketika jaman Belanda:

  • Perlawanan Rakyat Aceh dipimpin oleh Tjut Nyak Dien, Teukur Umar, Panglima Polem, dan lainnya.
  • Perlawanan Rakyat di Sumatera Utara dipimpim oleh Raja Sisingamangaraja XII.
  • Perlawanan Rakyat di Jawa dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Agung, dan Pangeran Diponegoro.
  • Perlawanan Rakyat di Kalimantan dipimpin oleh Pangeran Antasari.
  • Perlawanan Rakyat di Sulawesi dipimpin oleh Sultan Hassanudin.
  • Perlawanan Rakyat di Maluku dipimpin oleh Pattimura.
  • Perlawanan Rakyat di Bali dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik.

Perjuangan merebut kemerdekaan kemudian mengalami perubahan strategi setelah kebangkitan nasional pada tahun 1908.

Dari yang bersifat kedaerahan menjadi bersifat nasional.

Contoh organisasi yang terbentuk seperti:

  • Jong Minahasa
  • Jong Islamiten Bond
  • Jong Ambon
  • Boedi Oetomo
  • Sarekat Islam
  • Partai Nasional Indonesia
  • dan sebagainya.

2. Peran Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Saat Ini.

Peran daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia antara lain:

  • Mempertahankan bentuk dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan masyarakat.
  • Memajukan bangsa melalui inovasi dan kreativitas aparatur sipil negara di daerah.
  • Melaksanakan pembangunan nasional.
  • Mengembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis.

Mempertahankan bentuk dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tertuang dalam pasal 37 ayat (5) UUD 1945 yang berbunyi : “Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.”

Pasal lain yang perlu diperhatikan adalah pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Maksud dari “dikuasai” adalah negara memiliki kekuasaan untuk mengatur bumi dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya.

Kekuasaan ini dimaksudkan agar kemakmuran rakyat benar-benar tercapai.

C. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Daerah memiliki peranan penting dalam kemerdekaan Indonesia, nilai nilai yang terkandung antara lain:

  • Perjuangan melawan penjajah oleh daerah memiliki arah dan tujuan yang sama.
  • Tokoh pejuang daerah merupakan tokoh pejuang bangsa Indonesia.
  • Persatuan dan kesatuan telah terbukti menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia.
  • Sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

Peranan daerah pada saat ini adalah menunjukan nilai nilai sebagai berikut:

  • Kemajuan daerah akan lebih cepat tercapai apabila bangsa Indonesia memiliki nilai persatuan dan kesatuan.
  • Kemakmuran bersama merupakan tujuan masyarakat Indonesia.
  • Kekayaan alam merupakan milik seluruh bangsa Indonesia.
  • Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama tanpa membeda-bedakan asal daerah.