Strategi KIR

Strategi KIR

STRATEGI PEMBINAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR).

 

Dalam   melaksanakan   pembinaan   Kelompok   Ilmiah                       Remaja             (KIR), strategi yang perlu dilakukan antara lain :

  1. Tahap Persiapan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

 

 

Untuk melaksanakan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 72 Jakarta, hendaknya pada awal tahun ajaran dipersiapkan beberapa hal, yaitu :

–        Penentuan Koordinator Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

 

–        Penentuan Guru Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

 

–        Menyusun program kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja

 

(KIR).

 

–         Pemetaan   Pengetahuan   dan   keterampilan                   penelitian        pada peserta didik.

–         Inventarisasi   kebutuhan    sarana    dan                       prasarana     penunjang kegiatan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), antara lain :

–        Kepustakaan  tentang  Penelitian,  Metode  Penelitian,  Teknik

 

Penulisan Karya Ilmiah.

 

–        Laboratorium Penunjang.

 

–        Menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai instansi.

 

  1. Tahap Pelaksanaan Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

 

Pembinaan  Kelompok  Ilmiah  Remaja  (KIR)  dapat  dilakukan  melalui kegiatan-kegiatan, antara lain :

–        Komunikasi,  Informasi  dan  edukasi  tentang  Kelompok  Ilmiah

 

Remaja (KIR).

 

–        Latihan Motivasi (Motivation Training) tentang Kelompok Ilmiah

 

Remaja (KIR),

 

–        Latihan Dasar Penelitian (LDP).

 

–        Seminar dan Workshop.

 

 

–        Bimbingan Penelitian.

 

–        BimbinganPenulisan Karya Ilmiah.

 

–        Seminar Hasil Penelitian.

 

–        Lomba-lomba Penelitian.

 

  1. Monitoring dan Evaluasi Pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

 

Monitoring bertujuan untuk mengetahui apakah program pembinaan Kelompok  Ilmiah  Remaja  (KIR)  berjalan  sebagaimana  yang direncanakan, hambatan dan kendala apa saja yang dihadapi dalam pembinaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan bagaimana cara-cara mengatasinya. Kegiatan monitoring diarahkan pada proses pelaksanaan program agar jika terjadi penyimpangan atau ada kendala dapat segera dibenahi dan diberi bantuan untuk mengatasi masalah tersebut. Montoring digunakan sebagai umpan balik untuk penyempurnaan program yang telah ditetapkan.

Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah program Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) telah mencapai sasaran yang diharapkan. Evaluasi ditekankan pada aspek hasil (out-put). Evaluasi hanya dilakukan jika program  pembinaan  Kelompok  Ilmiah  Remaja  (KIR)  telah  berjalan dalam satu periode tertentu (per tahun ajaran) sesuai dengan tahapan program.

Pinterin

0 / 5

Your page rank:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code