Tata Upacara Bendera

TATA UPACARA BENDERA (TUB)

 

  1. Maksud

Maksud dilaksanakannya upacara bendera di sekolah adalah untuk mengusahakan dan memantapkan pencapaian tujuan pendidikan nasional di sekolah dalam pemantapan sekolah sebagai wiyatamandala.

 

  1. Tujuan

Tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan upacara di sekolah adalah :

  1. Membiasakan bersikap tertib dan disiplin
  2. Membiasakan berpenampilan rapi
  3. Meningkatkan kemampuan memimpin
  4. Membiasakan kesediaan dipimpin
  5. Membina kekompakkan dan kerjasama
  6. Mempertebal rasa semangat kebangsaan

 

  1. Sasaran

Sasaran petunjuk pelaksanaan upacara bendera ini diperuntukkan bagi :

  1. Siswa
  2. Guru dan aparat sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNSUR PELAKSANA

 

  1. Pejabat Upacara

Pejabat upacara terdiri dari Pembina Upacara, Pemimpin Upacara, Pengatur Upacara dan Pembawa Acara.

  1. Pembina Upacara

Pembina upacara adalah pejabat upacara yang menerima penghormatan tertinggi dari peserta upacara.

Tugas pokoknya adalah :

  1. Mensahkan rencana acara upacara
  2. Menerima laporan pengatur upacara sebelum upacara di mulai
  3. Menerima penghormatan dari peserta upacara
  4. Menerima laporan pemimpin upacara
  5. Memimpin mengheningkan cipta
  6. Membacakan teks Pancasila untuk di ikuti oleh peserta upacara
  7. Menyampaikan pesan/ pesan amanat
  8. Penanggung jawab terakhir pelaksanaan upacara

 

Pembina Upacara adalah :

  1. Kepala Sekolah, atau
  2. Wakil kepala sekolah atau
  3. Guru yang di tunjuk

 

  1. Pemimpin Upacara

Pemimpin upacara adalah pejabat yang bertugas memimpin upacara

Tugas pokoknya adalah :

  1. Menerima penghormatan dari pemimpin kelompok/ peserta upacara.
  2. Memimpin penghormatan dari peserta kepada pembina upacara.
  3. Menyiapkan dan mengistirahatkan peserta upacara
  4. Menyampaikan laporan kepada pembina upacara.
  5. Bertanggung kepada pembina upacara
  6. Membubarkan peserta upacara, bila upacara selesai

Pemimpin upacara adalah siswa yang benar – benar mampu

 

  1. Pengatur Upacara

Pengatur upacara adalah pejabat yang bertugas menyiapkan rencana acara upacara (secara tertulis) serta segala sesuatu yang bertalian dengan upacara.

Tugas pokoknya adalah :

  1. Mengajukan rencana acara upacara kepada pembina upacara untuk memperoleh pengesahan
  2. Menentukan/ menunjuk petugas – petugas upacara
  3. Menyiapkan/ memeriksa tempat dan perlengkapan upacara
  4. Melapor atau memberikan informasi kepada pembina upacara tentang segala sesuatunya sesaat sebelum upacara di mulai.
  5. Memeriksa, mengatur serta mengendalikan jalannya upacara, dan
  6. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pembina upacara.

Pengatur upacara adalah :

  1. Guru bagi SD, atau
  2. Siswa bagi SLTP/SLTA di bawah bimbingan guru pembina

 

  1. Pembawa Acara

Pembawa acara adalah pejabat yang membacakan urutan tata upacara.

Tugas pokoknya adalah :

  1. Membaca acara upacara sesuai urutan acara pada saat yang telah di tentukan, dan
  2. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pengatur upacara

Pembawa acara adalah siswa di bawah bimbingan guru/ pembina.

 

  1. Petugas Upacara

Petugas upacara yaitu Pembawa Naskah Pancasila, Pembaca Teks Pembukaan Undang – undang Dasar 1945, Pembaca Doa, Pemimpin lagu, dan kelompok pengibar/ penurun bendera.

  1. Pembawa Naskah Pancasila bertugas :
  2. Membawa naskah Pancasila
  3. Menyerahkan naskah Pancasila kepada pembina upacara dan menerima kembali naskah tersebut pada saat yang telah di tentukan
  4. Pembawa naskah Pancasila adalah siswa yang di tunjuk secara bergilir
  5. Pembaca Teks Undang – Undang Dasar 1945 bertugas :
  6. Membawa serta membaca teks tersebut pada saat dan tempat yang telah di tentukan
  7. Pembaca teks adalah siswa yang di tunjuk secara bergilir
  8. Pembaca Doa
  9. Membaca doa pada saat dan tempat yang telah di tentukan
  10. Pembaca doa adalah
  11. Guru bagi SD, atau
  12. Siswa bagi SLTP/SLTA di bawah bimbingan guru pembina
  13. Pemimpin Lagu/ Dirigen bertugas ;
  14. Memimpin kelompok paduan suara menyampaikan Lagu
  15. Kelompok pengibar/ penurun bendera bertugas :
  16. Menyiapkan bendera
  17. Mengibarkan atau menurunkan bendera serta menyimpannya ke tempat semula.
  18. Kelompok pengibar/ penurunan adalah siswa yang telah di tunjuk secara bergilir
  19. Kelompok pembawa lagu/ Paduan Suara
  20. Kelompok pembawa lagu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Mengheningkan Cipta pada saat yang telah di tentukan.
  21. Kelompok pembawa lagu ialah siswa yang ditunjuk secara bergilir.

 

  1. Peserta Upacara

Peserta upacara yaitu peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan upacara.

Peserta upacara terdiri dari :

  1. Siswa
  2. Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru dan Staf Tata Usaha.

 

FORMASI

  1. Bentuk Barisan

Untuk melaksanakan upacara bendera di pergunakan bentuk – bentuk/ formasi barisan sebagai berikut :

  1. Bentuk Segaris

Bentuk segaris ialah suatu bentuk barisan yang disusun dalam satu baris dan menghadap ke pusat upacara.

  1. Bentuk U atau Angkare

Bentuk U atau Angkare ialah bentuk barisan yang disusun dan berbentuk huruf U atau Angkare dan menghadap ke pusat upacara.

 

Dari kedua bentuk barisan tersebut dapat di pergunakan formasi – formasi barisan sebagai berikut :

  1. Formasi saf bersaf
  2. Formasi saf berbanjar
  3. Formasi banjar bersaf
  4. Formasi banjar berbanjar

Dalam pelaksanaannya bentuk dan formasi barisan tersebut di sesuaikan dengan keadaan sekolah dan lapangan upacara yang tersedia, namun tetap berpedoman pada bentuk formasi barisan sesuai dengan ketentuan di atas.

 

 

 

  1. Susunan Barisan

Pada dasarnya susunan barisan pada upacara bendera ditentukan dari kiri ke kanan (dilihat dari posisi pembina upacara saat berhadapan peserta upacara ), sehingga penempatan dalam susunan tersebut di mulai dengan kelompok pembawa lagu/ paduan suara, kelompok kelas III/6-5, kelompok kelas II/4-3, kelompok kelas I/ 2-1 dan kelompok tata usaha. Sedangkan kelompok guru di tempatkan sedemikian rupa, agar berada di luar jangkauan “Komando” pemimpin upacara.

Dalam upacara bendera selain kelancaran jalannya acara, yang juga harus di perhatikan dan di pegang teguh adalah kedisiplinan, ketertiban dan kekhidmatan.

Bentuk serta kombinasi yang sering di pakai adalah sebagai berikut :

  1. Bentuk barisan segaris dengan formasi :
  2. Saf bersaf
  3. Banjar berbanjar
  4. Bentuk U/ Angkare dengan formasi :
  5. Saf bersaf
  6. Banjar berbanjar

 

KELENGKAPAN

  1. Sarana

Sebelum melaksanakan upacara bendera, perlu disiapkan sarana sebagai berikut :

  1. Bendera
    1. Ukuran

Ukuran bendera kebangsaan untuk upacara selalu dengan perbandingan lebar dan panjang = 2 : 3 dengan ukuran terkecil 1 m x 1.5 m dan terbesar 2m x 3m.

  1. Cara melipat dan merentang
    1. Cara melipat
  2. Ujung warna merah bertali/ berkait harus di pegang dengan tangan kanan dan warna putih bertali/ berkait harus di pegang dengan tangan kiri.
  3. Melipat menurut panjang bendera, dilipat menjadi dua bagian, yaitu warna merah di pegang tangan kanan bagian atas dan warna putih di pegang tangan kiri bagian bawah
  4. Dilipat menjadi dua bagian lagi sehingga warna putih berada di bagian dalam, sedangkan warna merah berada di bagian luar yang sekaligus berfungsi untuk melindungi warna yang putih.
  5. Dilipat lagi menjadi 3 atau 4 bagian, sampai ujung/ tepi warna merah selalu berada di bagian luar.

 

 

 

  1. Cara Merentang

Cara merentang sesaat sebelum pengibaran bendera kebangsaan.

  1. Ujung – ujung yang bertali/ berkait selalu berada di atas tangan kiri.
  2. Ujung bendera yang bertali/ berkait warna merah diikat/ dikaitkan pada tali kait/ kaitan yang atas, sedangkan ujung bendera warna putih yang bertali/ berkait diikat/ diikatkan pada tali/ kaitan yang bawah.
  3. Ujung/ tepi bendera warna merah di pegang dengan tangan kanan, lengan kanan di atas lengan kiri dan ujung/ tepi bendera warna putih di pegang dengan tangan kiri, lengan kanan di arahkan ke atas, sedangkan lengan kiri di arahkan ke bawah.
  4. Bendera di tarik/ direntangkan ke arah kanan pembawa bendera.

 

  1. Tiang Bendera

Tiang bendera hendaknya di buat dari bahan yang baik (tidak mudah lapuk) dan dapat berdiri tegak ( tidak condong dan lengkung) serta kokoh.

 

  1. Tali bendera

Tali bendera warna putih, bahan yang terbaik adalah tali layar jangan menggunakan tali plastik.

Besar kecilnya ukuran bendera, tiang dan tali yang di gunakan harus di sesuaikan dengan keadaan gedung, halaman, lapangan dan tempat dimana bendera itu di kibarkan.

 

  1. Naskah – naskah
  2. Naskah Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945
  3. Naskah Pancasila

 

Untuk upacara bendera yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari besar nasional dapat di tambah, misalnya naskah Proklamasi, naskah Sumpah Pemuda dan sebagainya. Bentuk naskah dibuat sedemikian rupa sehingga mudah untuk di baca oleh petugas upacara.

 

  1. Pakaian

Pakaian upacara bendera pada setiap hari Senin/ Sabtu.

  1. Siswa : Mengenakan pakaian seragam sekolah di tambah dengan topi pet ( sesuai dengan Kep. Dirjen Dikdasmen No. 100/C/Kep/D/1991 ).
  2. Guru dan perangkat sekolah: mengenakan pakaian yang telah di tentukan oleh daerah/ sekolah masing –masing.

Pakaian upacara bendera pada hari besar nasional

  1. Siswa: mengenakan pakaian seragam sekolah di tambah dengan topi pet.
  2. Petugas upacara: mengenakan pakaian yang telah di tentukan oleh sekolah.

Guru dan perangkat sekolah: mengenakan pakaian yang telah di tentukan oleh daerah/ sekolah masing – masing.

 

SUSUNAN UPACARA BENDERA

Upacara pengibaran bendera merah putih hari senin tanggal … bulan … tahun … siap dimulai.

  1. Masing-masing pemimpin kelas menyiapkan kelompoknya
  2. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara
  3. Penghormatan peserta upacara kepada pemimpin upacara dipimpin oleh pemimpin kelas yang paling kanan
  4. Laporan pemimpin kelas kepada pemimpin upacara
  5. Pemimpin upacara mengistitahatkan peserta upacara

( pengatur upacara melapor ke Pembina upacara)

  1. Pembina upacara memasuki lapangan upacara

(pasukan disiapkan)

  1. Penghormatan peserta upacara kepada Pembina upacara
  2. Laporan pemimpin upacara kepada Pembina upacara
  3. Pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia raya
  4. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Pembina upacara
  5. Pembacaan naskah pembukaan UUD 1945
  6. Pembacaan naskah pancasila dan diucap ulang oleh peserta upacara
  7. Pembacan naskah janji siswa dan diucap ulang oleh peserta upacara
  8. Amanat Pembina upacara (peserta upacara diistirahatkan)
  9. Menyanyikan lagu wajib nasional yang berjudul ….
  10. Pembacaan doa
  11. Laporan pemimpin upacara kepada Pembina upacara
  12. Penghormatan peserta upacara kepada Pembina upacara
  13. Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara
  14. Kelompok dewan guru beserta TU meninggalkan lapangan upacara
  15. Laporan pemimpin kelas kepada pemimpin upacara
  16. Penghormatan peserta upacara kepada pemimpin upacara dipimpin oleh pemimpin kelas yang paling kanan
  17. Pemimpin upacara meninggalkan lapangan upacara
  18. Pengumuman-pengumuman
  19. Upacara selesai.. pasukan dibubarkan….

Pinterin

0 / 5

Your page rank:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code