Persiapan USM STAN 2007

RINGKASAN MATERI BAHASA INDONESIA

(Materi-materi yang wajib dipelajari)

 

 

Pembinaan Bahasa Indonesia

Peristiwa penting yang menyangkut kehidupan bangsa kita, baik yang menyangkut kepentingan masyarakat Indonesai masa kini maupun masa depan adalah peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Peristiwa itu selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang sejak tahun 1978 sekaligs dijadikan Hari Pemuda. Dalam peringatan itu dibacakan naskah Sumpah Pemuda 1928 yang merupakan kutipan Putusan Kongres Pemuda-pemuda Indonesia tahun 1928 sebagai berikut :

Pertama   :   Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kedua      :   Kami putra dan putri Indonseia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonsia.

Ketiga      :   Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

Sumpah pemuda merupakan pernyataan kebulatan tekad yang dijalin oleh tiga unsur yang saling berkaitan. Unsur pertama dan kedua merupakan pengakuan terhadap tanah air Indosia yang satu, yang didukung oleh satu kesatuan bangsa Indonesia. Unsur yang ketiga merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia.

 

Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional dan pada tahun 1945 secara konstitusional, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36 dikukuhkan sebagai bahasa Negara.

 

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai

  • lambang kebanggaan nasional,
  • Lambang jati diri (identitas) nasional
  • Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakng sosial budaya dan bahasanya dan
  • Alat perhubungan antar budaya antar daerah.

 

 

Ejaan

 

Pendahuluan

Secara umum, orang menganggap bahwa ejaan berhubungan dengan melisankan bahasa. Hal itu terjadi karena orang terikat pada kata atau nama itu. Di dalam bahasa, sebetulnya ejaan berhubungan dengan ragam bahasa tulis. Ejaan adalah cara menuliskan bahasa (kata atau kalimat) dengan menggunakan huruf dan tanda baca.

Di dalam perkembangannya, bahasa Indonesia pernah menggunakan beberapa macam ejaan. Mulai tahun 1901, penulisan bahasa Indonesia (waktu itu masih bernama bahasa Melayu) dengan abjad Latin mengikuti aturan ejaan yang disebut Ejaan van Ophusyen. Peraturan ejaan itu digunakan sampai bulan Maret 1947, yaitu ketika dikeluarkan peraturan ejaan yang baru oleh Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan, Mr. Soewandi- dengan Surat Keputusan No. 264/Bhg. A. tanggal 19 Maret 1947 (kemudian diperbaharui dengan lampiran pada Surat Keputusan tanggal 1 April 1947, No. 345/Bhg. A). Peraturan ejaan yang baru itu disebut Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

Pada saat ini bahasa Indonesia menggunakan ejaan yang disebut Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan mulai Agustus 1972, setelah diresmikan di dalam pidato kenegaraan Presiden Suharto pada tanggal 16 Agustus 1972. Penjelasan lebih lanjut mengenai aturan ejaan itu dimuat dalam (Pedoman Umum) Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan dilampirkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0196?U/1975, tanggal 27 Agustus 1975. Di dalam pedoman itu diatur hal-hal mengenai

  • Pemakaian huruf,
  • Penulisan huruf,
  • Penulisan kata,
  • Penulisan unsur serapan dan,
  • Tanda baca.

Berikut ini disajikan beberapa segi yang dirasakan belum mantap mengenai penerapan aturan ejaan seperti yang dikemukakan di dalam pedoman itu, yaitu beberapa hal yang menyangkut pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata dan penulisan unsur serapan.

 

 

  1. Pemakaian Huruf
    1. Abdjad

Di dalam Abjad bahasa Indonesia ada 26 huruf yang digunakan, yaitu sebagai berikut :

 

Huruf                  Dibaca                 Huruf                   Dibaca

A                         a

B                         be                       O            o

C                         ce                        P           pe

D                         de                       Q            ki

E                         e                         R           er

F                         ef                        S           es

G                         ge                       T            te

H                         ha                       U            u

I                          i                          V            fe

J                          je                        W         we

K                         ka                        X         eks

L                         el                        Y           ye

M                         em                      Z          zet

N                         en

 

Singkatan kata (termasuk singkatan kata asing) yang dibaca huruf demi huruf dilafalkan menurut bahasa Indonesia. Seperti :

 

Singkatan                   Dibaca                                  Bukan Dibaca

ABC                            a-be-ce                    e-bi-ci

BBC                            be-be-ce                  bi-bi-ci

ICCU                          i-ce-ce-u                  a-si-si-yu

IGGI                           i-ge-ge-I                  ai-ji-ji-ai

IUD                            i-u-de                      ai-yu-di

LCC                            el-ce-ce                   el-si-si

LPG                            el-pe-ge                   el-pi-ji

YMCA                         ye-em-ce-a                                  way-em-si-e

MTQ                           em-te-ki                                  em-te-kyu

TV                              te-fe                         ti-fi

 

 

    1. Pemenggalan Kata pada Kata Dasar

 

Hal yang terpenting dalam pemenggalan kata pada kata dasar adalah sebagai berikut :

  • Kalau di tengah kata ada dua buah konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua konsonan itu.

 

Contoh :     pan-dai                cap-lok

                  Swas-ta               Ap-ril

 

  • Kalau di tengah kata ada tiga buah konsonan atau lebih, pemenggalannya dilakukan di antara konsonan yang pertama (termasuk ng) dengan yang kedua.

 

Contoh :     in-stru-men         bang-krut            in-tra

                  ul-tra                   ben-trok

 

  • Imbuhan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk, dipenggal serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris.

 

Contoh :     la-pang-an           pel-a-jar

                  Pe-nuh-i              per-gi-lah

 

 

    1. Penulisan Nama Diri

 

Penulisan nama diri (nama sungai, gunung, jalan, dan sebagainya) disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, kecuali jika ada pertimbangan khusus. Pertimbangan khusus itu menyangkut segi adat, hukum, atau kesejarahan.

Contoh :     Universitas Padjadjaran

                  Universitas Gadjah Mada

                  Dji Sam Su

                  CV Oemar bakrie

                  Soetomo Poedjosoeparmo

 

 

  1. Penulisan Huruf

 

  1. Penulisan Huruf Besar atau Huruf Kapital

Dalam Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan terdapat tiga belas penuisan huruf kapital. Berikut ini disajikan beberapa hal yang masih perlu diperhatikan :

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam menuliskan ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci termasuk kata ganti untuk Tuhan.

 

Misalnya :       Allah

                       Yang Mahakuasa

                       Bimbinglah hamba-Mu

Quran

Injil

atas rahmat-Mu        (bukan atas rahmatMu)

dengan kuasa-Nya    (bukan dengan kuasaNya)

dengan izin_ku         (bukan dengan izinKu)

 

Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan kata-kata, seperti imam, makmum, doa, puasa, dan misa.

 

Misalnya :       Saya akan mengikuti misa di gereja itu.

                       Ia diangkat menjadi imam mesjid di kampungnya.

 

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Misalnya :       Haji Agus Salim                 Imam Hanafi

                       Sultan Hasanuddin                 Nabi Ibrahim

 

Akan tetapi, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

 

Benar                                                 

Ayahnya menunaikan ibadah haji.

Sebagai seorang sultan,  ia tidak bertindak sewenang-wenang.

 

    

Salah

Ayahnya menunaikan ibadah Haji.

Sebagai seorang Sultan, tidak bertindak sewenang-wenang.

 

 

 

 

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

 

Misalnya :       Gubernur Asnawi Mangku Alam

                       Letnan Kolonel Saladin

Presiden Carazon Aquino

Gubernur Irian Jaya

Rektor Universitas Indonesia

 

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

 

Misalnya :

Sebagai seorang gubernur yang baru, ia berkelilinag di daerahnya untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya.

(bukan : Sebagai seorang Gubernur yang baru, ia berkelilinag di daerahnya untuk berkenalan dengan masyarakat yang dipimpinnya.)

 

Hari Senin yang lalu Lenan Kolonel Saladin dilantik menjadi kolonel.

 

(bukan : Hari Senin yang lalu Lenan Kolonel Saladin dilantik menjadi Kolonel.)

 

 

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.

Misalnya :       bangsa Indonesia

suku Sunda

bahasa Inggris

 

 

Perhatikan pelulisan yang berikut.

mengindonesiakan kata-kata asing

keinggris-inggrisan

kebelanda-belandaan

Perlu kita ingat bahwa yang dituliskan dengan huruf kapital hanya nama bangsa; nama suku, dan nama bahasa, sedangkan kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis dengan huruf kecil.

 

Misalnya :

Benar                                         Salah

bangsa Indonesia                       Bangsa Indonesia

suku Melayu                               Suku Melayu

bahasa Spanyol                          Bahasa Spanyol

 

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

 

Misalnya :

Benar                                         Salah

tahun Masehi                             Tahun Masehi

bulan Agustus                            Bulan Agustus

hari Natal                                   Hari Natal

Perang Candu                             perang Candu

Proklamasi Kemerdekaan           proklamasi kemerdekaan

Republik Indonesia                     Republik Indonesia

 

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.

Misalnya :

Benar                                         Salah

Teluk Jakarta                              teluk Jakarta

Bukit Barisan                              bukit Barisan

Danau Toba                               danau Toba

Selat Karimata                           selat Karimata

Sungai Mahakam                        sungai Mahakam

Asia Tenggara                            Asia tenggara

 

Akan tetapi, perhatikan penulisan berikut.

Berlayar sampai ke teluk.

Jangan m,andi di danau  yang kotor.

Mereka menyeberangi selat yang dangkal.

 

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.

 

Misalnya :

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Majelis Permusyawaratan Rakyat

Undang-undang Dasar 1945

 

Perhatikan penulisan berikut :

 

Benar

Dia menjadi pegawai di salah sebuah departemen.

Menurut undang-undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukuman setinggi-tingginya lima tahun.

 

Salah

Dia menjadi pegawai di salah sebuah Departemen.

Menurut Undang-Undang, perbuatan itu dapat dijatuhi hukuman setinggi-tingginya lima tahun.

 

 

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.

 

Misalnya :

Kapan Bapak berangkat ?

Apakah itu, Bu?

Surat Saudara sudah saya terima.

Saya akan disuntik, Dok?

Di mana rumah Bu Katarina?

 

Perhatikan penulisan yang berikut .

 

Benar

Kita harus menghormati ayah dan ibu kita.

Semua adik dan kakak saya akan berkeluarga.

Kami sendang menunggu Pak Guru.

Rumah Pak Lurah terletak di tengah-tengah desa.

Menurut keterangan Bu Dokter penyakit saya tidak parah.

 

Salah

Kita harus menghormati Ayah dan Ibu kita.

Semua Adik dan Kakak saya akan berkeluarga.

Kami sendang menunggu pak guru.

Rumah pak lurah terletak di tengah-tengah desa.

Menurut keterangan bu dokter penyakit saya tidak parah.

 

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti

Misalnya :

 

Benar

Tahukan Anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?

Apakah kegemaran Anda?

 

Salah

Tahukan anda bahwa gaji pegawai negeri dinaikkan?

Apakah kegemaran anda?

 

 

  1. Penulisan Huruf Miring

Huruf miring dalam cetakan, yang dalam tulisan tangan atau ketikan dinyatakan dengan tanda garis bawah, dipakai untuk

  • menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan,
  • menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata, dan
  • menuliskan kata nama-nama ilmiah, atau ungkapan asing, kecuali kata yang telah disesuaikan ejaannya.

 

Misalnya :

Majalah bahan dan Sarana sangat digemari para pengusaha.

Sudahkan Anda membaca buku Negara Kertagama karangan Prapanca?

Surat kabar Suara dan majalah Massa dapat merebut hari pembacanya.

Nama Latin untuk buah manggis adalah Garcinia Mangostana.

Sebenarnya, bukan saya yang harus mengerjakan hal itu, melainkan dia.

Huruf pertama kata tempe adalah t

 

 

  1. Penulisan Kata

 

Mengenai penulisan kata, yang masih perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut.

  1. Awalan di- dan ke- ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

 

Benar                                         Salah

dikelola                                      di kelola

ketujuh                                      ke tujuh

 

  1. Gabungan kata yang salah satu unsurnya merupakan unsur terikat ditulis serangkai.

 

Benar                                         Salah

saptakrida                                  sapta krida

sapta-krida

subseksi                                     sub seksi

sub-seksi

nonkolaborasi                             nonkolaborasi

non-kolaborasi

 

  1. Bentuk dasar berupa gabungan kata yang mendapat awalan atau akhiran ditulis serangkaian atau ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur gabungan kata itu.

 

Benar                                         Salah

bertolak belakang                   bertolakbelakang

Bertolak-belakang

tanda tangani                             tandatangani

tanda-tangani

mendarah daging                       mendarahdaging

mendarah-daging

 

  1. Bentuk dasar berupa gabungan kata yang sekaligus mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.

 

Benar                                         Salah

melatarbelakangi                       melatar belakangi

melatar-belakangi

menghancurleburkan                  menghancur leburkan

menghancur-leburkan

penyebarluasan                          penyebar luasan

penyebar-luasan

dibumihanguskan                       dibumi hanguskan

dibumi-hanguskan

 

  1. Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital, di antara kedua unsur itu dibubuhkan tanda hubung (-).

 

Bentuk                                       Salah

non-Indonesia                            nonIndonesia

non Indonesia

non-Afrikanisme                         nonAfrikanisme

non Afrikanisme

 

  1. Kata ulang dituliskan dengan menggunakan tanda hubung di antara kedua unsurnya.

 

Benar                                         Salah

anak-anak                                  anak anak

undang-undang                          undang undang

terus-menerus                            terus menerus

 

  1. Kata depan di dan ke ditulis terpisah dri kata yang mengikutinya.

 

Benar                                         Salah

di rumah                                    dirumah

ke mana                                    kemana

 

  1. Kata sandang si ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya.

 

Benar                                         Salah

si pengirim                                 sipengirim

si penerima                                sipenerima

si pemalu                                   sipemalu

si pencuri                                   sipencuri

 

  1. Partikel per yang berarti ‘tiap’ dan ‘mulai’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului dan mengikutinya. Sebaliknya, per pada bilangan pecahan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

 

 

Benar                                         Salah

satu per satu turun                     satu persatu turun

dua pertiga                                dua per tiga

 

  1. Singkatan nama gelar sarjana kesehatan, dokter, seringkali dipermasalahkan. Di dalam lingkungan masyarakat muncul singkatan untuk dokter (kesehatan) dan DR untuk doktor (purnasarjana). Hal ini tentu saja bertentangan dengan kaidah karena singkatan Dr. diperuntukkan bagi gelar Doktor, sedangkan DR seolah-olah merupakan singkatan kata atau nama yang sama halnya dengan PT (perseroan terbatas), SD (sekolah dasar).

 

  1. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf kapital, tidak diikuti tanda titik.

 

Benar                                       Salah

DPR                                         D.P.R

PT                                            P.T.

SMP                                         S.M.P

SD                                           S.D.

 

  1. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.

 

Benar                                      Salah

sda.                                         s.d.a.

ttd.                                          t.t.d.

yad.                                         y.a.d.

 

  1. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.

 

Benar                                       Salah

cm                                           cm.

Rp                                           Rp.

km                                           km.

 

  1. Akronim nama diri, yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.

Benar                                       Salah

Golkar                                     GOLKAR

Kowani                                    KOWANI

Bappenas                                 BAPPENAS

 

 

 

  1. Penulisan Unsur Serapan

 

Bahasa Indonesia telah menyerap berbagai unsur dari bahasa lain, baik bahasa daerah maupun dari bahasai asing Sansekerta, Arab, Pertugis, Belanda, Inggris, dan bahasa asing lain.

 

Berdasarkan cara masuknya, unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi dua golongan, yaitu (1)  unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia dan (2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannyadisesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Untuk keperluan itu telah diusahakan ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesia masih dpat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dicantumkan aturan penyesuaian itu. Dapat ditambahkan bahwa hal ini terutama dikenakan kepada kata dan istilah yang baru masuk ke dalam bahasa Indonesia, serapan lama yang sudah dianggap umum tidak selalu harus mengikuti aturan penyesuaian tadi.

Berikut ini contoh unsur serapan itu.

 

Baku                                          Tidak Baku

apotek                                       apotik

atlet                                           atlit

atmosfer                                    atmosfir

aktif                                           aktip

aktivitas                                     aktifitas

arkais                                         arkhais

arkeologi                                    arkheologi

akhir                                          ahir ; akir

akhlak                                        ahlak

advis                                          adpis

advokat                                      adpokat

adjektif                                      ajektif

asas                                           azas

asasi                                          azasi

analisis                                      analisa

menganalisis                              menganalisa

penganalisisan                           penganalisaan

ambulans                                   ambulan

anggota                                     anggauta

beranggotakan                           beranggautakan

keanggotaan                              keanggautaan

balans                                        balan

definisi                                       difinisi

depot                                         depo

diferensial                                  differensial

ekspor                                       eksport

ekstrover                                   ekstrovert

ekuivalen                                   ekwivalen

esai                                            esei

formal                                        formil

Februari                                     Pebruari

filologi                                       philologi

fisik                                           phisik

Foto                                           photo

frekuensi                                    frekwensi

film                                            filem

hakikat                                       hakekat

hierarki                                      hirarki

hipotesis                                    hipotesa

intensif                                       intensip

insaf                                          insyaf

ikhlas                                         ihlas

ikhtiar                                        ihtiar

impor                                         import

intriver                                       introvert

istri                                            isteri

iktikad                                        itikad

ijazah                                         ijasah

izin                                            ijin

ilustrasi                                      illustrasi

jenderal                                     jendral

jadwal                                        jadual

kartotek                                     kartotik

komedi                                       komidi

konkret                                      konkrit

karier                                         karir

kaidah                                        kaedah

khotbah                                     khutbah

berkhotbah                                berkhutbah

konsepsional                              konsepsionil

konferensi                                  konperensi

kreativitas                                  kreatifitas

kongres                                      konggres

kompleks                                   komplek

katalitas                                     katalisa

kuantum                                    kwantum

konsekuensi                               konsekuwensi

kualifikasi                                   kwalifikasi

kualitas                                      kwalitas

kuarsa                                        kwarsa

kuitansi                                      kwitansi

kuorum                                      kworum

kuota                                         kwota

konfrontasi                                 konfrontir

dikonfrontasi                              dikonfrontir

konsinyasi                                  konsinyir

dikonsinyasi                               dikonsinyir

koordinasi                                  koodinir, kordinir

dikoordinasi                               dikoordinir

konduite                                     kondite

kategori                                     katagori

dikategorikan                             dikatagorikan

konsesi                                      konsessi

kelas                                          klas

klasifikasi                                   kelasifikasi

linguistik                                    lingguistik

lazim                                          lajim

likuidasi                                     likwidasi

metode                                      metoda

motif                                          motip

motivasi                                     motifasi

masyarakat                                masarakat

mantra                                       mantera

manajemen                                managemen

manajer                                     manager

massa                                        masa (orang banyak)

masalah                                     masaalah

masal                                         massal

misi                                           missi

November                                  Nopember

nasihat                                       nasehat

penasihat                                   penasehat

nasionalisasi                              nasionalisir

dinasionalisasikan                      dinasionalisir

operasional                                operasionil

objek                                         obyek

ons                                            on

organisasi                                  organisir

problem                                     problim

problematik                                problimatik

positif                                        positip

produktif                                    produktip

produktivitas                              produktifitas

psikis                                         psikhis

psikologi                                    psikhologi

paspor                                       pasport

putra                                          putera

putri                                           puteri

produksi                                     produsir

memproduksi                             memprodusir

proklamasi                                 praklamir

diproklamasikan                         diproklamirkan

profesi                                       professi

keprofesian                                keprofessian

profesor                                     professir

rasional                                      rasionil

resistans                                    resistan

rezeki                                         rejeki

risiko                                         resiko

sistem                                        sistim

sistematika                                sistimatika

sistematis                                  sistimatis

spesies                                      spesis

sintetis                                       sintesa

spiritual                                     spirituil

subjek                                        subyek

sintesis                                      sintesa ; sintese

syakwasangka                            sakwasangka

syukur                                       sukur

mensyukuri                                mensukuri

sah                                            syah

sahih                                          syahih

saraf                                          syaraf

sutera                                        sutra

standar                                      standard

standardisas                               standarisasi

survai                                        survei

sukses                                       sakses

teori                                           tiori

teoretis                                      teoritis

telegram                                    tilgram

telepon                                      tilpun

tradisional                                  tradisionil

tafsiran                                      tapsiran

tarif                                            tarip

teknik                                        tehnik

teknisi                                        tehnisi

teknologi                                    tehnologi

teleks                                         telek

tripleks                                      triplek

terampil                                     trampil

keterampilan                              ketrampilan

terap                                          trap

penerapan                                  penetrapan

transpor                                     transport

transportasi                                transportir

teladan                                       tauladan

keteladanan                               ketauladanan

diteladani                                   ditauladani

tim                                             team

terjemah                                    terjamah

varietas                                      varitas

wujud                                        ujud

berwujud                                   berujud

perwuudan                                 perujudan

zaman                                        jamah

 

 

 

PEMAKAIAN KALIMAT

 

 

  1. Pengertian Kalimat

 

Orang berbahasa tidak menggunakan kata-kata secara lepas, tetapi dengan merangkaikannya menjadi bentukuntaian kata yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Untaian kata yang mengungkapkan pikiran secara utuh itu disebut kalimat. Dalam sebuah karangan tertulis atau surat, kalimat itu merupakan bagian terkecil sebagai unsur pembentuknya. Paling tidak, kalimat itu merupakan titik tolah ataubagian awal sebuah karangan. Agar dapat dipahami lebih jelas mengenai kalimat itu, perhatikanlah contoh petikan karangan beriktu ini.

 

Ujian telah lama berakhir. Bahkan, sudah diumumkan hasilnya. Fernando sudah meraih tanda tamat belajar SMA jurusan ilmu pengetahuan sosial dengan nilai baik sekali. Ia tidak berhasil menjadi juara umum di sekolahnya, tetapi hanya nomor tiga. Walaupun demikian, ini pun sudah merupakan prestasi yang gemilang, mengingat bahwa disamping belajar ia harus melakukan kegiatan lain yang tidak ringan, yaitu mengurusai pemasangan pompa sumur untuk para petani di desanya.

 

Pada contoh di atas, kita dapat menemukan lima buahkalimat yang membangun bagian karangan itu, yaitu

  • Ujian telah lama berakhir.
  • Bahkan, sudah diumumkan hasilnya.
  • Fernando sudah meraih tanda tamat belajar SMA jurusan ilmu pengetahuan sosial dengan nilai baik sekali.
  • Ia tidak berhasil menjadi juara umum di sekolahnya, tetapi hanya nomor tiga.
  • Walaupun demikian, ini pun sudah merupakan prestasi yang gemilang, mengingat bahwa disamping belajar ia harus melakukan kegiatan lain yang tidak ringan, yaitu mengurusai pemasangan pompa sumur untuk para petani di desanya

 

Kalimat sebagai unsur dasar pembentuk karangan dalam wujud tulisan mempunyai ciri-ciri berikut :

  1. Kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) atau mungkin juga dengan tanda tanya (?) atau tanda seru (!).
  2. Di tengahnya dipakai spasi san tand baca seperti koma (,), titik dua (:), titik koma (;), tanda hubung (-).

 

Contoh kalimat (1) sampai dengan (5) adalah kalimat yang utuh. Untuk mengetahui keutuhan sebuah kalimat, kita dapat mengamati contoh kalimat (1) Ujian telah lama berakhir. Misalnya. Kata Ujian dan berakhir dalam kalimat itu merupakan kata-kata yang diperlukan. Jika salah satu di antaranya kita hilangkan sehingga kalimat itu menjadi (a) Ujian telah lama  atau (b) telah lama berakhir,  pernyataan (a) dan (b) merupakan bentuk pengungkapan pikiran yang tidak utuh lagi. Dengan perkataan lain, bentuk pengungkapan pikiran itu merupakan kalimat yang tidak benar.

Kebenaran sebuah kalimat, selain ditentukan oleh keutuhan unsur-unsur pikiran, ditentukan juga oleh

  1. Kelugasan penyusunannya (tidak rancu);
  2. Urutan kata-katanya;
  3. Ketepatan pemakaian kata-kata penghubungnya atau perangkainya;
  4. Kecermatan memilih kata-katanya;
  5. Kebenaran menggunakan bentuk kata-katanya.

 

Berikut ini dikemukakan beberapa kesalahan kalimat yang disebabkan ileh (1) penulisan kalimat yang tidak utuh, (2) pemakaian bentuk kata yang rancu, (3) pemakaian keterangan yang tidak lengkap, (4) urutan kata yang menyalahi aturan berbahasa Indonesia, (5) pemakaian kata atau ungkapan penghubung yang tidak tepat, dan (6) pemakaian bentuk dan pilihan kata yang tidak cermat.

 

 

  1. Penulisan Kalimat yang Tidak Utuh

 

Yang tergolong ke dalam jenis kesalahan seperti ini adalah kalimat yang menghilangkan salah satu atau beberapa bagian kalimat yang kehadirannya wajib atau menentukan kelengkapan kalimat itu.

Contoh :

  • Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama.
  • Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak mantap.
  • Yaitu tenun ikat yang khas Timor

 

Ketidakbenaran kalimat (1) adalah bahwa kalimat itu tidak menampilkan apa atau siapa yang menghasilakan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama. Bagian itu dalam kalimat (1) dihilangkan sehingga pikiran yang diungkapkan kalimat tersebut menjadi tidak utuh lagi.

Dalam kalimat (2) kita tidak melihat bagian kalimat yang menyatakan perbuatan apa atau dalam keadaan apa yang dilakukan atau dialami oleh kegagalan proyek itu sehingga dengan hilangnya bagian itu, kalimat menjadi tidak utuh lagi. Lebih-lebih lagi, dalam kalimat (3) ada beberapa bagian yang dihilangkan, yaitu bagian yang menyatakan siapa yang berbuat  dan jenis  perbuatan apa  yang dilakukannya yang diterangkan oleh  tenun ikat yang khas Timor Timur itu.

         Jika kalimat (1), (2), dan (3) kita betulkan menjadi kalimat yang utuh, kalimat-kalimat itu kita ubah menjadi

  • Dalam musyawarah itu mereka menghasilkan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama.
  • Kegagalan proyek itu terjadi karena perancangan yang tidak mantap.
  • Tenun ikat yang dipakai oleh Raja Los Palos tergolong ke dalam tenun ikat yang khas, yaitu tenun ikat yang khas Timor

 

Kalimat (1) dapat juga kita betulkan dengan tidak menambahkan bagian lain ke dalam kalimat, tetapi dengan mengubah bentuk menghasilkan  menjadi  dihasilkan sehingga kalimat itu menjadi

 

Dalam musyawarah itu dihasilkan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama.

 

Atau dapat juga dibetulkan dengan cara menghilangkan kata dalam sehingga kalimat menjadi

 

Musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan yang harus dipatuhi bersama.

 

 

 

  1. Pemakaian Bentuk Kata yang Rancu

Kesalahan kalimat seperti itu dimungkinkan karena penulis (pemakai bahasa) mengacaukan dua macam pengungkapan kalimat atau lebih. Misalnya :

  • Meskipun negara itu merupakan penghasil kapas nomor satu di dunia, tetapi harga tekstil untuk keperluan rakyatnya sangat tinggi.

 

Yang dirancukan dalam kalimat (4) itu adalah

Meskipun negara itu merupakan penghasil kapas nomor satu di dunia, tetapi harga tekstil untuk keperluan rakyatnya sangat tinggi.

         Dan

Negara itu merupakan penghasil kapas nomor satu di dunia, tetapi harga tekstil untuk keperluan rakyatnya sangat tinggi.

 

Jadi, kerancuan yang tampak pada kalimat (a) itu adalah pemakaian sekaligus kata meskipun dan  tetapi dalam sebuat kalimat.

 

  1. Pemakaian Keterangan yang Tidak Lengkap

Jenis kesalahan seperti ini pada umumnya terdapat dalam penulisan surat resmi (surat dinas dan surat niaga). Misalnya :

 

Memenuhi permintaan Saudara, bersama ini kami kirimkan sebuah daftar harga terbitan kami.

 

Kalimat di atas terasa janggal jika urutan bagian-bagiannya diubah menjadi

 

 (5a) Bersama ini kami kirimkan sebuah daftar harga terbitan kami  memenuhi permintaan Saudara.

 

Kalimat (5a) itu akan terasa lebih lancar jika bagian memenuhi permintaan Saudara  itu didahului dengan kata  untuk  sehingga kalimat itu menjadi

 

(5b) Bersama ini kami kirimkan sebuah daftar harga terbitan kami  untuk memenuhi permintaan Saudara.

 

Apabila dikembalikan posisinya ke posisi semula, kalimat itu menjadi

(5c) ) Untuk memenuhi permintaan Saudara, bersama ini kami kirimkan sebuah daftar harga terbitan kami  

 

  1. Urutan Kata yang Menyalahi Aturan Berbahasa Indonesia

 

Kesalahan penulisan kalimat juga terjadi karena urutan katanya tidak sesuai dengan kaidah kalimat bahasa Indonesia. Kesalahan seperti itu dapat dilihat pada contoh berikut.

 

 (6) Saya telah umumkan bahwa pada hari ini juga panggung itu kita bangun untuk merayakan hari ulang tahun negara kita yang ke-45.

Kesalahan urutan kata pada kalimat (6) tampak pada bagian saya telah umumkan pada hari ini,  dan  ulang tahun negara kita yang ke-45.  Menurut kaidah penulisan kalimat bahasa Indonesia, urutan kata pada bagian-bagian itu hendaklah diubah menjadi  telah saya umumkan, pada hari ini,  dan  ulang tahun ke-45 negara kita.

Dengan perubahan urutan kata seperti yang telah dilakukan itu, kalimat berikut ini menjadi kalimat yang benar.

 

(6a) Telah saya umumkan bahwa pada hari ini juga panggung itu kita bangun untuk merayakan hari ulang tahun ke-45 negara kita.

 

 

  1. Pemakaian Kata atau Ungkapan Penghubung yang Tidak Tepat

Yang dimaksud dengan kata atau ungkapan penghubung dalam pembicaraan ini ialalah semua kata atau ungkapan yang dipergunakan oleh penulis (pemakai bahasa) untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat atau menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Kata penghubung antarbagian kalimat yang lazim dipakai dalam penulisan kalimat antara lain kata  dan, atau, tetapi, ketika, jika, asalkan, agar, supaya, meskipun, sebagai, sebab, karena, dan bahwa.

Pemakaian kata penghubung antarbagian kalimat dapat dilihat pada contoh berikut.

  • Bu Siska adalah seorang guru teladan dan anak-anaknya pun pandai-pandai pula.
  • Fernadez ingin menjadi juara umum di sekolahnya tetapi ia hanya berhasil menjadi juara tiga.
  • Pa Mario tidak masuk kantor hari ini karena
  • Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya berusaha keras untuk  meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Gubernur mengumumkan bahwa kota Mataram, tahun depan akan menjadi kota
  • Pembangunan di bidang pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Timur terus ditingkatkan agar kehadiran para wisatawan asing terus meningkat.
  • Di kampung kami dipasang dua puluh sumur pompa ketika  musim kemarau  sangat panjang.

Menurut kenyataannya, dalam pemakaian bahasa Indonesia sehari-hari sering ditemukan beberapa kesalahan, yaitu makin kaburnya batas pemakaian penghubung antarbagian kalimat dan penghubung antarkalimat.

Contoh :

  • Pak Carlos menghadapi persolalan yang berat di kantornya. Tapi ia pun dengan sabar dapat menyelesaikannya.
  • Kabupaten Los Palos dikenal dengan kain tenun ikatnya. Yaitu tenun ikat khas Timor Timur yang dahulu hanya dipakai raja-raja.

Kata tapi dan yaitu  yang seharusnya berfungsi sebagai penghubung antarbagian kalimat, dipakai juga sebagai penghubung antarkalimat. Bandingkan dengan kalimat di bawah ini.

 

  • Pak Carlos menghadapi persoalan yang berat di kantornya, tetapi ia pun dengan sabar dapat menyelesaikannya.
  • Kabupaten Los Palos dikenal dengan kain tenun ikatnya, yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur yang dahulu dipakai oleh raja-raja.

Ungkapan penghubung yang berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak banyak jumlahnya.

Yang lazim dipakai dalam bahasa Indonesia antara lain (oleh) karena itu, namun, kemudian, setelah itu, bahkan, selain itu, sementara itu, walaupun demikian, sehubungan dengan itu.

 

Contoh pemakaiannya dapat dilihat seperti di bawah ini.

  • Pembangunan di bidang pariwisata terus ditngkatkan. Oleh karena itu, kehadiran wisatawan asing di Indonesia setiap tahun terus bertambah.
  • Musim kemarau tahun ini di desa kami sangat lama. Walaupun demikian, berkat pemasangan sumur pompa bahasa kekeringan dapat diatasi.

Kesalahan pemakaian ungkapan penghubung antarkalimat sama halnya dengan kesalahan pemakaian kata penghubung antar bagian kalimat yaitu pemakaian kedua jenis penghubung itu dikaburkan seperti contoh berikut ini.

  • Saya tidak sependapat dengan mereka, namun demikian  saya tidak akan menentangnya.
  • Fernadez anak yang tergolong pandai di sekolahnya bahkan ia pernah menjadi juara ketiga.

 

Jika ungkapan penghubung antarkalimat digunakan dengan benar, kalimat itu seharusnya ditulis sebagai berikut.

(g1) Saya tidak sependapat dengan mereka.  Namun,  saya tidak akan menentangnya.

(g2) Fernandez anak yang tergolong pandai di sekolahnya.  Bahkan, ia pernah menjadi juara ketiga.

 

  1. Kesalahan Pemakaian Kata Depan

Berikut ini dikemukakan contoh kesalahan pemakaian kata depan

 

 

Sampaikan kontribusi Anda untuk pengelolaan dan pengembangan web. Ke

Bank Mandiri Cab Dep. Keuangan Rek. 119 000 4239 222. Lalu sms konfirmasi

kontribusi#tgl transfer#jumlah#nama#alamat#Keterangan

Kirim ke 08568445659

 

Contoh : kontribusi#21/01/07#10.000#Budi#Jl. Nanas No. 2 Jambi#Kontribusi Materi Bahasa Indonesia

 

 

 

Pinterin

0 / 5

Your page rank:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code